Tag Archives: tutorial

Download Software Belajar Aksara Jawa Untuk Anak-anak

Secara tak sengaja saya mampir ke blog http://wedangansoloraya.multiply.com/ dan ternyata menemukan sebuah software yang, cita-citanya, ingin saya kembangkan lebih lanjut. Software itu bernama Belajar Aksara Jawa Untuk Anak-anak yang dibuat menggunakan Macromedia Flash.

Ide dasar software ini kalau boleh menebak adalah memudahkan anak-anak untuk belajar mengenal huruf jawa ataupun huruf hanacaraka. Dari catatan di dalamnya konon pembuatnya adalah saudara sidiq harmawan saputra. Sayangnya dari pengamatan saya, software ini sepertinya belum rampung benar ataupun masih bisa disempurnakan pada banyak hal. Yang manakah itu?

Sebelum ke sana, saya sangat appreciate dengan intro gunungan dan kemudian suasana yang dibangun dengan barisan punakawan masuk, dan kemudian masuk ke menu utama sebagai berikut:

Sampai di sini suasana akrab sudah dibangun dari maskot yang ada serta suara yang diisikan pada tiap icon.

Dan ketika masuk ke menu pengenalan yang terdiri dari 4 submenu: aksara carakan, sandhangan, aksara swara, dan wilangan.

Ketika di klik aksara carakan, kita sudah mendapati halaman utama berupa alphabet hurup jawa besertabunyi dan cara penulisannya:

Sampai di sini sangat menarik, tetapi begitu masuk submenu selanjutnya saya agak kecewa.

Sayangnya dalam sandhangan, tidak dijelaskan penggunaakn sandhangan itu di masing-masing huruf carakan, hanya diperagakan namai dari masing-masing simbol sandhangan itu tanpa tau apakah maksud ataupun bunyi yang ditimbulkan:

Demikian pula dari Menu Contoh, malah tidak ada contoh sama sekali melainkan gambar tokoh-tokoh wayang.

Demikian pula dalam kuis tebak aksara jawa yang hanya menampilkan huruf per huruf dan bukannya soal yang berjenjang/level. Nah, dari sanalah tampaknya ide dasar pembuatan software ini bisa ditiru dan dikembangkan siapapun.

Untuk awalnya saya kira software ini layak untuk diberikan pada si buah hati untuk mengenal huruf jawa.

Silahkan kalau tertarik download  di sini (Ziddu), atau di sini (situsnya sumber). Terima kasih…

MEMBUAT INSTALASI BIOGAS (DAUR ULANG TINJA) SEDERHANA , HASIL KREATIFITAS KTT NGUDI LUHUR KEBUMEN.

Oleh: Feriawan A.N. dan Endang Subekti.

Barusan beberapa minggu lalu istri saya dapat kesempatan dolan-dolan ke desa pelosok sampai dengan Kebumen. Ada sebuah desa namanya Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen dan kemudian bertemu dengan Kelompok Tani Teladan (KTT) Ngudi Luhur.

Sebuah oleh-oleh berupa dua lembar kertas fotocopyan disertinja uraian penjelasan dari dia sangat memancing rasa ingin tau saya. Ini bukan sekedar gambaran kesahajaan desa atau kapitalisasi teknologi. Ini adalah inovasi teknologi masyarakat desa untuk berkarya dengan segenap kemampuan yang ada.

Konon, mereka telah berhasil membuat instalasi daur ulang tinja dengan menggunakan biaya sangat murah. Per instalasi yang dikerjakan di satu KK ini total biayanya (non tenaga kerja) adalah 319.000 rupiah dengan potensipenghematan kebutuhan minyak tanah sebesar 1.260.000 rupiah per tahun.

Latar Belakang

Desa Bonjoklor tidaklah berbeda kehidupannya dengan desa-desa di Indonesia pada umumnya. Kebanyakan penduduk hidup dari bertani dan beternak, baik ternak Rojokoyo (Ternak Sapi, Kambing, Domba, Kerbau) maupun ternak unggas (Ayam, Bebek, Entog). Konon dari hasil pengamatan KTT, limbah tinja sapi, tinja kebo, tinja kambing itu hanya digunakan untuk pupuk, atau mereka bilang lemi, dengan fermentasi ala kadarnya. Tidak lebih. Padahal produksi limbah tinja sapi ini bisa dibayangkan dalam sehari berapa kilogram tinja segar yang dihasilkan. Dari sanalah ide pemanfaatan limbah tinja ternak ini bermula dan dihitung biaya yang paling murah beserta tingkat keamanannya. Katakanlah ancaman jikalau instalasi ini meledak.

Salah seorang teman saya menyebutkan bahwa paling ideal, instalasi pengolah tinja ini menggunakan drum untuk tampungan tinja. Tetapi, jangankan untuk drum, untuk membuat bak tembok saja butuh biaya sekitar 3 juta. Maka berikut alternatif instalasi tinja yang mungkin dikembangkan.

Dalam fotocopyan itu, disebutkan bahwa KTT Ngudi Luhur menampung buangan tinja 2 ekor sapi dalam kantong plastik ukuran 7 meter lebar 1 meter. Plastik ini sering disebut sebagai plastik polietilen. Karakter plastik ini adalah tebal, biasa digunakan untuk kemasan makanan ataupun kacang di industri besar.

Plastik tersebut dibuat sedemikian rupa menyerupai tabung yang rapat sehingga gasnya tidak ngabar ataupun bocor. Gas inilah yang bisa dipakai untuk menggantikan bahan bakar minyak tanah untuk memasak. Dibutuhkan piranti penekan seberat 2 kg untuk menjaga agar gas bisa tersalur ke kompor dengan hitungan setara dengan bahan bakar minyak tanah 1 liter per hari. Pasokan ini bisa untuk mencukupi kebutuhan memasak keluarga kecil sejumlah 3 – 5 orang anggota keluarga.

Produksi biogas bisa dihitung:

Dalam sehari 1,5 m3 setara 1 liter minyak tanah @ Rp 3500 = Rp 3500

Dalam sebulan 45 m3 setara 30 liter minyak tanah @ Rp 3500 = Rp 105.000

Dalam setahun 540 m3 setara 360 liter minyak tanah @ Rp 3500 = Rp 1.260.000

Kebutuhan minyak tanah rata-rata per KK setara dengan produksi biogas di atas. Sehinggai keuntungan dari kebutuhan ataupun pengeluaran akan minyak tanah akan tertutupi dengan pemanfaatan biogas ini. Sehingga penghematan per tahun = 1.260.000 (diluar biaya pembuatan instalasi)

Alat dan Bahan serta gambaran pengeluaran (Rp):

1. Plastik polietilen lebar 1 m 1 rol : Rp 180.000

2. Pipa PVC ½Inci : Rp 12.000

3. Pipa PVC 3 inci: Rp15.000

4. Lem PVC, 3 tube: Rp15.000

5. Lem Ban 1 buah: Rp3000

6. Keran Gas, 1 buah: Rp25.000

7. Selang Plastik ½ inci, 10 m: Rp30.000

8. Sambungan pipa T, 1 buah: Rp2.500

9. Shock Drat pipa, 2 pasang: Rp4.000

10 Tali karet ban dalam, 3 helai: Rp5.000

11. Klem selang, 3 buah: Rp2.500

12. Kompor gas`, 1 buah: Rp25.000

TotalPengeluaran : Rp319.000

Berikut skema pembuatannya: bisa dilihat dibawah. Instalasi ini lumayan bertahan lama selama tidak terbakar, tidak dibocori oleh binatang, anak-anak ataupun akar tanaman.

KESIMPULAN

Teknologi ini sangat menolong masyarakat pedesaan yang selama ini bergantung kepada kebutuhan minyak tanah. Teknologi ini bisa digunakan untuk sumber gas lainnya seperti tinja manusia, tinja unggas ataupun sejenisnya dengan volume yang setara.

Demikian dari saya, semoga bermanfaat (*)

NB: Klik kanan dan pilih save as untuk menyimpan dan memperbesar detil gambar.

Jika ingin download makalah ini silahkan klik di sini lalu klik opsi download

TUTORIAL MEMBUAT HOTSPOT, SETTING GABUNGAN ACCESS POINT TL-WA601G DAN MODEM SPEEDY DALAM SATU SERVER di windows XP

Lihat bagan di bawah ini, ini yang diminta BOSS:

Karena kebutuhan akan internet tambah banyak, maka 32 colokan LAN di kantor udah habis dipakai oleh semua PC. Si boss gusar karena banyak tamu yang datang atau bawa laptop gak bisa konek internet. Sementara, kalo pas rapat pun update berita gak bisa masuk ke PC di ruang rapat kecuali ngakses PC di ruang kerja. Maka dia suruh saya untuk nambah colokan.

Dari kalkulasi kerja, ternyata nambah colokan HUB LAN yang berfungsi sebagai REPEATER atau terusan terhadap koneksi yang ada, agar colokan komputer buat LAPTOP membutuhkan biaya sekitar: Rp 430 ribu terdiri dari:

Kebutuhan:
1. KabelUTP:  60m @2000        =Rp.     100.000
2. Switch Hub 8 Port                =Rp.     205.000
3. Tang Crimping                     =Rp         35.000
4. Kabel Biasa                           = Rp           15.000
5. Colokan/Jack              2bh   = Rp    20.000
6. Klem+ paku                          =Rp    5.000
7. Switch Pwr 2 bh                      = Rp        50.000
TOTAL                                = Rp        430.000

Kebutuhan koneksi internet untuk laptop default (rata-rata) dihitung kemungkinan koneksi laptop yang  dimiliki personal di ruang rapat rapat kemungkinan 5 unit.  Maka HUB yang dibeli menggunakan kisaran 8 port.

Untuk panjang kabel, dibutuhkan 5 kabel pendek ( HUB tambahan – LAPTOP) dan 1 kabel panjang (HUB utama ke HUB tambahan). Kabel pendek 5 meter-an dan kabel panjang 25 meter sehingga total kebutuhan kabel = 50 meter. Cadangan 10 meter.

Rincian pengerjaan:
1.    Pemasangan instalasi kabel = minimal 6 kabel
2.    Penambahan Colokan RJ 45 (2 per kabel )=12 pemasangan
3.    Pemasangan HUB
4.    Pengujian per kabel dengan LAN terster
5.    Pemasangan klem kabel ke tembok
6.    Penambahan kabel power untuk HUB
7.    Pengaturan dan pengujian instalasi

Kelebihan:
Kemanan koneksi terjamin, biaya murahan dikit

Kekurangan:
Kabel pating tlaler, pengerjaan lama dan rumit dan relatif melelahkan, Tidak praktis, pengguna relatif tidak portabel, Laptop tidak bisa kemana-mana.Terus, kalo pindah kantor, waduh…banyak ongkos…!!!

Lalu saya dan seorang teman melakukan hitungan jika menggunakan akses point untuk membuat bolongan panas (Hot Spot) sebagai alternatif koneksi jaringan di ruang rapat. Ternyata hitungannya gak jauh-jauh amat.
Kebutuhan:
Kebutuhan:
1.Wireless Acces Point 54m    = Rp    435/000
4. Kabel Biasa                         = Rp     15.000
5. Colokan/Jack    2bh             = Rp     20.000
6. Klem+ paku                           =Rp     5.000
7. Switch Pwr 2 bh                    = Rp    50.000
TOTAL                             = Rp           525.000

Rincian pengerjaan:
1.    Pemasangan Access point
2.    Pemasangan klem kabel ke tembok
3.    Setting Acces Point
4.    Pengaturan dan pengujian instalasi

Kelebihan:
Praktis karena nirkabel, hemat ruang, rapi, pengaturan/koneksi dari laptop mudah, pengerjaan tidak melelahkan.

Kekurangan:
Kemanan koneksi relatif (bisa bocor/disadap jika tidak dipassword, kecuali bila dimatikan saat tidak digunakan/tidak dipakai), biaya agak mahal, hanya PC/laptop berwireless lan yang bisa konek.

Hehe…tetapi kemudian ada pertanyaan:

BISA TIDAK SAYA MELAKUKAN SETTING AKSES POINT SENDIRI?

Bahkan bentuknya kayak apa pun saya belum tau…..ah…..

Tetapi semua hal tentunya bisa dipelajari.Maka,  nekat aja lah….Ternyata tidak mudah juga. Butuh waktu seharian untuk mempelajari fitur akses point ini, beserta penyambungan-penyambungan koneksi sampai dengan prosedur keamanan jaringan.

Saya memilih membeli Akses point bermerk TP-Link WA601G yang murah dan laris di pasaran. Di manual user yang terdapat di dalamnya nggak berisi banyak hal, sementara CD kecil yang disertakan juga gak ada software yang disertakan. Dari sinilah kami , saya dan seorang rekan kerja, bereksperimen. Berikut hasilnya, semoga bisa menjadi pelajaran dan petunjuk berharga untuk anda. Sengaja saya masukkan ke situs Scribd.com agar anda bisa mendownloadnya dan menyimpannya untuk digunakan setiap saat:

klik di gambar ataupun di sini untuk langsung melihat tutorialnya

Jangan lupa komentar dan doanya jika anda memperoleh manfaat dari artikel ini.