Tag Archives: freeware

Coming Soon. Software Software Hukum 0.1: KUHP Digital

Betapa sangat menderitanya kita saat diantara sesama kita sebagai orang menengah kebawah membayangkan suatu saat kita berurusan dengan pengadilan. Jangankan dengan pengadilan, ketika ketemu dengan polisi di jalan saat operasi surat kendaraan saja mungkin takutnya sudah setengah mati. Jika tak lengkap, minimal 25 ribu melayang ke saku polisi. Apalagi jika membayangkan bahwa kita terjerat kasus. Waduh, semoga jangan sampai terjadi.

Berurusan dengan persoalan hukum seolah berurusan dengan sesuatu yang akan menguras harta benda dan kebahagiaan kita. Membayangkan berapa pengeluaran kita untuk membayar ongkos perkara,membayar pengacara, mengeluarkan biaya untuk soal-soal teknis, dan materiil lainnya. Di luar itu, konsekuensi moriil dan emosional juga dikuras habis. Betapa sangat membebani pikiran ketika salah satu diantara keluarga kita terkena kasus. Jika itu adalah suami anda, mungkin nafkah keluarga terganggu. Jika itu istri anda, mungkin kasih sayang anak-anak yang demikian dekat hubungan batin dengan ibunya terganggu, apalagi jika itu anak anda.

Pendek kata, berhadapan dengan persoalan hukum adalah berhadapan dengan persoalan yang mahal. Padahal, hukum ditegakkan untuk memberikan keadilan. Maka betapa  menakutkan manakala orang-orang miskin ataupun awam masalah hukum seperti kita mendapati bahwa kita tidak memiliki cukup biaya untuk menyelesaikan perkara pengadilan. Sebagai apapun kita: penuntut ataupun terdakwa, jika tidak punya uang untuk mengongkosi penyelesaian persoalan pengadilan, hampir pasti tujuan untuk memperoleh keadilan bagi kita akan lebih dekat kepada jalan buntu dibandingkan dengan keberhasilannya.

Sebaliknya, ketika anda memiliki jabatan atau berlimpah ruah dengan harta, betapa mudahnya memperoleh keistimewaan layaknya manusia merdeka sekalipun kita sudah mendapat hukuman dari pengadilan. Kita tidak pernah mendengar seorang maling ayam terkabul atas usaha penangguhan penahanan. Tetapi betapa seringnya kita mendengar bahwa hanya karena sakit yang barangkali cuma masuk angin, seorang pejabat ataupun orang kaya dengan mudah minta tidak ditahan. Kenapa? karena ada uang dan jabatan yang digunakan sebagai jaminan. Uang dan jabatan, adalah jawaban untuk menawar ketegasan hukum.

Dalam hal ini, saya yakin bahwa kita semua, baik miskin ataupun kaya, tidak berpikir untuk tidak mematuhi hukum. Kita percaya seratus persen bahwa terciptanya keadilan untuk semua orang adalah jalan yang paling baik untuk menciptakan ruang hidup yang nyaman bagi kita. Dengan keadilan yang ditegakkan kita tidak perlu takut terhadap hal apapun selama kita tahu bahwa apapun yang kita lakukan itu adalah benar adanya. Untuk terciptanya keadilan itulah kita butuh kepastian hukum. Siapa yang menjamin kepastian hukum? Tentu saja adalah mereka-mereka yang duduk sebagai penegak hukum di lembaga-lembaga peradilan.

Tetapi apa yang bisa kita lakukan untuk itu? Dalam kerangka penegakan hukum di Indonesia yang demikian mahal? Yah, kata kuncinya adalah MAHAL. Mengapa mahal? Karena persoalan seluk beluk hukum hanyalah milik segelintir golongan yang rata-rata pernah mengenyam bangku kuliah dengan gelar sarjana hukum. Merekalah yang mengakrabi kitab-kitab penentu nasib manusia, merekalah yang bergelut dengan kasus-kasus pengadilan, merekalah yang tahu siasat, tipu-tipu, muslihat, jebak-jebak, propaganda, bolong bumpet dan segala kutu kupret yang berkaitan dengan hukum. Kalaupun mereka duduk sebagai hakim, jaksa, pembela ataupun pakar dan pengamat, bagi saya, itu hanya soal peran saja dalam sebuah panggung permainan hukum bernama pengadilan. Ghalibnya, merekalah segelintir golongan yang memegang kartu nasib kasus masyarakat.Dalam konteks ini, teori ekonomi masuk dan menjadikan hukum sebagai komoditas. Yakni ketika masyarakat sangat awam dengan hukum dan mempercayakan kepada mereka yang ahli hukum, maka kepercayaan itu dibeli dengan uang sebagai konsekuensi jasa. Semakin banyak orang yang tidak tahu dan ndilalah berperkara, maka semakin tinggilah permintaan atas bantuan penyelesaian perkara. AKhirnya,terciptalah tambang emas bagi mereka yang tahu hukum. Celakanya, proses ini ternyata diikuti dengan perilaku menyimpang berupa jual beli hukum. Jual beli hukum inilah yang menyebabkan bahwa hasil akhir pengadilan bergantung kepada seberapa duit yang dikeluarkan untuk memenangkan perkara.

Jalan terang agar keadilan bisa tercipta untuk semua orang adalah bagaimana membuat yang pengetahuan atas hukum MAHAL tadi menjadi murah. Maka, semua masyarakat semestinya tahu tentang hukum. Logikanya, jika masyarakat tidak lagi awam terhadap hukum, maka jalannya setiap proses hukum yang ada di sekitar kita akan dapat diawasi dan dinilai.Jika masyarakat sudah mampu mengawasi dan menilai, maka setiap terjadi penyimpangan atas perkara hukum, masyarakat akan bersuara lantang demi penegakan hukum. Jika sudah begini, tentunya hukum tidak lagi menjadi dagangan, dan mereka-mereka yang menjadi penegak-penegak hukum akan kembali menjalankan perannya dibawah kontrol dari masyarakat. Dari sini kita sudah bisa menakar bahwa kita sebaga masyarakat awam membutuhkan pendidikan hukum.

Lalu siapakah yang dengan sukarela memberikan pendidikan hukum? Semestinya adalah negara ataupun lembaga negara yang membidani persoalan ini. Akan tetapi, silahkan anda takar sendir sudahkah negara melakukan sosialisasi ataupun pemasyarakatan hukum. Yang pasti, menuntut negara untuk berbuat bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan. Kita adalah rakyat kecil yang hanya mampu menjerit di tengah hiruk pikuk segenap persoalan yang penting bagi negara yang hanya beberapa orang manusia biasa. Malaikat pun barangkali tidak terlalu perduli dengan kita.

Sudah saatnya bagi kita untuk mampu sharing pengalaman, belajar sendiri tentang hukum sekecil apapun yang kita pahami. Kita adalah bangsa yang kreatif yang bisa saling tolong menolong dalam keadaan apapun demi untuk keberlangsungan kehidupan kita. Firman Allah menyatakan bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya sendiri. Maka, marilah kita berubah, belajar soal hukum dari soal yang kecil-kecil sampai dengan persoalan yang besar.

Tentu saja, untuk masyarakat awam seperti kita, akan berbeda cara belajar hukumnya dibandingkan dengan mereka-mereka yang memang berkecimpung di ranah hukum. Kita tidak duduk mendengarkan kuliah hukum, kita tidak nongkrongi pengadilan untuk melihat proses hukum, dan kita tidak akan pernah selesai jika harus mendalami satu dua kitab hukum yang tebal-tebal itu beserta dengan teori dan penjelasannya. Kita harus menemukan sendiri metode yang paling efektif untuk mempelajari hukum. Paling tidak, memahami persoalan-persoalan hukum yang paling dekat dengan kita, menemukan metode paling sederhana, paling mudah dan paling cepat. Yah, paling tidak kita tidak menjadi kadal diantara buaya.

Salah satu yang coba saya tawarkan di sini adalah software Hukum 0.1 KUHP Digital. Sebenarnya software ini sederhananya adalah KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) yang dikemas dalam format WinHelp.

Di internet sudah banyak KUHP, KUHPerdata, KUHAP dan lain sebagainya yang memudahkan kita untuk mempelajari KUHP. Ada juga yang berformat PDF. Perbedaannya adalah, ketika menggunakan software ini, kita akan mudah mencari pasal-pasal terkait dengan kata kunci yang kita masukkan. Misalkan saja kita mencari pasal-pasal yang berkaitan dengan kata “menghilangkan nyawa” , maka akan ditampilkan pasal-pasal sebagai berikut:


Demikian juga ketika kita melakukan searching dengan keyword yang berbeda.

Sesungguhnya model pencarian by keyword bisa dilakukan dengan dokumen PDF ataupun MS word. Tetapi sejauh pengalaman saya, menggunakan word/pdf sangat tidak nyaman karena tidak fokus pada ayat-ayat ataupun pasal yang dicari. Disamping itu, ketika terinstall, akan mudah bagi kita membuka dan meng-close software ini tanpa takut akan kelupaan atau kehilangan lokasi dokumen itu di harddisk kita.

Sayangnya, karena memang keterbatasan waktu, saya belum bisa launching software ini sekarang. Beberapa teman juga sudah menanti dan siap untuk mendukung launch software ini dengan dukungan komunitas kawan-kawan di berbagai tempat. Doakan semoga dalam waktu dekat sudah bisa di-launch…

Download Software Kamus Tembung Jawa (Ngoko-Krama Madya-Krama Inggil) v.1

Download Software Kamus Tembung Jawa Ngoko-Krama Madya-Krama Inggil v.1 karya Feriawan Agung Nugroho. Sebuah Software Kamus yang berisi pemilahan kata dan istilah bahasa Jawa sesuai dengan adab dan kesopanan masyarakat Jawa. Dibuat dengan lisensi freeware dan free software.

Bismillahirrahmanirrahim,

Kamus Tembung Jawa Ngoko-Krama Madya-Krama Alus ini dibuat untuk memudahkan siapa saja yang berniat berbahasa jawa sesuai dengan adat dan sopan santun yang berlaku. Sebagai sebuah software komputer, kamus ini juga memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk mencari kata dalam bahasa ngoko untuk kemudian dapat diterjemahkan secara cepat.

Kelebihan dari kamus ini adalah: simpel, mudah digunakan oleh siapa saja, ukuran file yang kecil dan tidak membebani memori serta harddisk, bisa digunakan oleh komputer dengan spesifikasi lawas ataupun rendah (komputer tua), kontennya bisa diedit dan ditambah sesuai dengan keinginan penggunanya, tidak ada proteksi database.

Selain itu, kamus ini menang sengaja digratiskan (sebagai free software) oleh saya selaku pembuat dengan tujuan untuk mewujudkan kecintaan dari saya kepada budaya daerah sendiri yang konon mulai luntur dan pudar. Saya akui sendiri bahwa saya adalah bagian dari anak-anak muda yang sudah kehilangan Jawanya (kelangan jawane). Sebelum terlanjur punah ataupun dirampok mentah-mentah oleh bangsa lain, maka sudah selayaknya bagi pembuat aplikasi ini untuk berbuat yang terbaik bagi negeri sendiri, khususnya bagi pelestarian budaya Jawa.

Gagasan untuk meramu Kamus Tembung Jawa sesungguhnya berawal dari nasihat Ayahnya penulis yang tinggal di Semarang, namanya Bapak Sunartyono, seorang yang sederhana dan sangat idealis (kalau bisa malah dikatakan nasionalis) yang kerap kali berpesan agar saya turut andil dalam pelestarian budaya jawa. Ayahnda adalah salah seorang yang berdedikasi, bekerja sebagai panatacara lan pamedhar sabda (MC Basa Jawa) yang juga salah seorang yang mendirikan kelompok pecinta kebudayaan Indonesia, khususnya Jawa yang bernama Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani).

Penyusun menyadari, selain bahwa mewujudkan amanah orang tua adalah bagian dari cara meraih surga Illahi, penyusun berpikir: “kayaknya pesan dari Ayahnda ini tidak main-main deh”. Ada sesuatu yang memalukan ketika penyusun mendapati bahwa orang-orang yang melestarikan budaya jawa justru sebagian besar adalah bangsa-bangsa asing yang sangat kagum terhadap kebudayaan kita sendiri. Mereka rela datang dari jauh-jauh hanya untuk sekedar mempelajari wayang, mempelajari gendhing, mempelajari sastra, kitab Centhini, Babad Jawa dan mengumpulkan beberapa artefak-artefak penting. Sungguh suatu bangsa yang memalukan ketika sebagian besar kekayaan peninggalan budayanya justru lebih dihargai tinggi oleh orang lain ketimbang dihargai oleh kita sebagai pewaris sah atas kekayaan budaya negeri sendiri.

Bukannya tidak ada anak muda yang merasa tertantang untuk mau melestarikan budaya sendiri. Tetapi penulis merasakan bahwa transfer kebudayaan antara generasi tua dan generasi muda sepertinya tidak mulus. Orang-orang tua begitu cuek melihat bahwa anak-anak mudanya lebih didekte oleh budaya Jakartanan ala sinetron kelas kampret dengan cerita model kutu kupret yang memperbodoh logika, mengakali nalar sehat, mengumbar kekerasan, syahwat, gaya hidup gedongan dan konsumerisme, serta kehidupan bak negeri dongeng yang terus meninabobokkan anak muda. Pemerintah…kadangkala saya juga sangsi terhadap kepedulian pemerintah untuk melestarikan kebudayaan. Alasannya adalah anggaran yang tak cukup lah, tidak marketabel lah, logika proyek lah, dan ..pokoknya nggak perduli lah.

Sekedar rasanan, penyusun tinggal di Jogja. Kalau dulu Jogja ini kaya dengan kelompok-kelompok kesenian macam kethoprak, ruang-ruang budaya, pagelaran-pagelaran, sekarang mungkin lebih menonjol geliat ekonomi model mall dan hiburan gaya kapitalis.Universitas yang bertugas menjadi gerbang terakhir kepedulian terhadap budaya, malah larut dalam alam kapitalisme dengan memahalkan biaya pendidikan sehingga cuma orang kaya yang sekolah, tidak perduli apakah si mahasiswa tersebut punya idealisme ataukah numpang beli gelar.

Lalu bagaimanakah ruang-ruang untuk anak muda yang gerah dan kritis terhadap kebudayaan, khususnya kebudayaan Jawa ini bisa berpartisipasi kalau kondisinya sudah demikian? Secara tidak sadar penulis merasa bersyukur atas “kentut” dari negeri Jiran yang memanggil kembali nasionalisme dan kepedulian terhadap kebudayaan kita. Hanya saja, takutnya adalah gagasan itu cuma anget-anget tai ayam. Biasa, lah. Masyarakat kita adalah masyarakat yang (katanya) mudah melupakan sejarah, pemaaf, pandai membuat kerumunan, senang menggebuk, tetapi nggak pandai membangun, membuat shof atau barisan, nggak pandai berorganisasi dan terancam berorientasi uang an sich.

Nah, semoga dengan perwujudan gagasan yang kecil ini bisa sedikit banyak memacu anda-anda semua untuk ikut-ikutan melestarikan budaya kita sendiri.

MENGAPA GRATIS/FREEWARE

Sebenarnya sih ..pengennya ..nggak gratis. Jujur saja, demi membuat kamus ini saya yang nol besar dalam bahasa pemrograman menyelakan ataupun mengurangi sedikit waktu tidur demi mempelajari bahasa pemrograman sampai kemudian bisa menghasilkan software ini. Semua dilakukan sendiri, karena toh tadinya pengennya ada temen-temen yang menolong, tetapi akibat satu dan lain hal malah nggak ada yang menolong. Boro-boro menolong, ngajari bahasa pemrograman aja pada ogah-ogahan….Ya sudah..sinau dewe saja.

Kadang mikir juga, jangan-jangan yang pakai cuma orang kaya yang nggak perduli kerja keras orang lain. Jangan-jangan dimanfaatkan pihak ketiga untuk kepentingannya sendiri. Jangan-jangan model manusia indonesia yang doyan barang gratisan mau cari enaknya sendiri. Tetapi kemudian penulis ditempeleng oleh Allah lewat petunjuknya. Seseorang yang menjadi guru penulis menasihatkan:

“Sungguh ironi jika kamu (saya dalam hal ini) melakukan suatu perbuatan baik tetapi sangat bergantung kepada orang lain yang menerima kebaikan kita. Lihatlah Allah, lihatlah Nabi SAW. Apakah mereka pilih-pilih dalam memberikan sesuatu? Memangnya berapa royalti yang mereka terima dari kitab yang mereka susun bersama? Berapa nilai yang diterima oleh para pahlawan yang merelakan jiwa, raga, dan semua yang mereka miliki bahkan sampai gugur menjadi syuhada demi kemerdekaan Indonesia? Mungkin ketika mereka dibangkitkan sekarang, mereka akan menangis melihat hasil perjuangan mereka hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat. Malah ada yang dijual, dikorupsi, diproyekkan dlsb. Tetapi itu tidak membuat nilai mereka yang gugur sebagai pahlawan menjadi turun. Pahlawan tetaplah pahlawan.Syuhada tetaplah syuhada.Nabi tetaplah Nabi.”

“Mengapa?Karena mereka menemukan peran mereka dalam kehidupan. Dan mereka menjalankan peran mereka sebaik-baiknya. Nah, jika kamu menemukan peran dalam kehidupan ini, apalagi itu merupakan panggilan jiwamu, maka jalankan peran itu sebaik-baiknya. Semuanya nanti akan kamu pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Allah tiada buta atas semua hal yang dilakukan manusia. Pasti ada rejeki padamu.”

Hehe..jadi malu.

Lagian nilai jual apa sih yang ada pada software ini, yang dijual atas dasar pelestarian sesuatu yang beranjak punah? Bukan! Bukan nilai jual tentunya! Tetapi nilai yang dibangun atas dasar kecintaan terhadap tanah air, itu yang nantinya hanya dihargai oleh mereka yang tahu.

Sebarluaskanlah..pasang di blog, facebook, friendster, forum atau apapun yang memungkinkan banyak orang untuk mengaksesnya.

Maka saya tidak terlalu khawatir tentang apapun tentang software ini. Bagi saya, Allah Maha Menghitung rejeki sehingga tidak pernah salah Dia membayar tunai terhadap setiap perbuatan umatnya. Jika nantinya software ini populer dengan banyak versi, ataupun ada pihak yang mengubahnya menjadi lebih baik sehingga yang bersangkutan (penggubah tersebut) populer, pastilah orang akan tetap cari versi original untuk diperbandingkan. Saya tidak khawatir. Justru malah bersyukur jika software ini ini menjadi software populer yang kemudian menjadi ladang amal jariyah insya Allah mengalir kepada kita semua. Allah SWT tidak mungkin dan tidak pernah salah. Gampangnya, jika memang anda tidak mampu atau terpanggil untuk membayarnya, tetap sah Anda manfaatkan dengan akadnya adalah Shodaqoh (entah fisik, fikir maupun jariyah) kepada Anda. Anda cukup menukarnya dengan doa agar kami sekeluarga bisa terus berkarya dan berbuat yang terbaik bagi Indonesia.

Andaikata Anda merasa terpanggil untuk mensupport usaha saya, tentu saja saya tidak menolak. Donasi, silahkan kirim ke rekening: Bank Mandiri cabang MM UGM No. 137-00-0628060-2 a.n. FERIAWAN AGUNG NUGROHO. Atau yang terpenting, saya mohon doanya agar kami sekeluarga bisa tetap berkarya, sehat dan sejahtera dalam lindungan Allah SWT.

Tanpa berniat mengkomersialisasikan, kami juga meminta kepada Anda untuk memberikan jalan kiranya ada pihak-pihak yang bisa memberi donasi atas usaha kami ini. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita.

Semoga Allah memberikan balasan yang sesuai atas apa yang Anda lakukan.

Maka saya tidak terlalu khawatir tentang apapun tentang software ini. Bagi saya, Allah Maha Menghitung rejeki sehingga tidak pernah salah Dia membayar tunai terhadap setiap perbuatan umatnya. Jika nantinya software ini populer dengan banyak versi, ataupun ada pihak yang mengubahnya menjadi lebih baik sehingga yang bersangkutan (penggubah tersebut) populer, pastilah orang akan tetap cari versi original untuk diperbandingkan. Saya tidak khawatir. Justru malah bersyukur jika software ini ini menjadi software populer yang kemudian menjadi ladang amal jariyah insya Allah mengalir kepada kita semua. Allah SWT tidak mungkin dan tidak pernah salah. Gampangnya, jika memang anda tidak mampu atau terpanggil untuk membayarnya, tetap sah Anda manfaatkan dengan akadnya adalah Shodaqoh (entah fisik, fikir maupun jariyah) kepada Anda. Anda cukup menukarnya dengan doa agar kami sekeluarga bisa terus berkarya dan berbuat yang terbaik bagi Indonesia.

Andaikata Anda merasa terpanggil untuk mensupport usaha saya, tentu saja saya tidak menolak. Donasi, silahkan kirim ke rekening: Bank Mandiri cabang MM UGM No. 137-00-0628060-2 a.n. FERIAWAN AGUNG NUGROHO. Atau yang terpenting, saya mohon doanya agar kami sekeluarga bisa tetap berkarya, sehat dan sejahtera dalam lindungan Allah SWT.

Tanpa berniat mengkomersialisasikan, kami juga meminta kepada Anda untuk memberikan jalan kiranya ada pihak-pihak yang bisa memberi donasi atas usaha kami ini. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita.

Semoga Allah memberikan balasan yang sesuai atas apa yang Anda lakukan.

Cara Instalasi Software:

1. Setelah didownload. Ekstraklah program di sembarang folder di komputer anda. Akan ada 3 file terpisah:kAMUS JAWA.Cab, Setup.LST dan Setup.exe

2. Klik Setup.exe sebagaimana ditunjukkan oleh gambar di bawan ini:

Klik dua kali di bagian setup.exe

4. Lalu muncullah penampakan instalasi dengan gambar biru di layar dan kemudian muncul opsi seperti ini:

tugas anda adalah mengklik yang ditandai merah. Itulan icon install (gambar kompute dan kardus).

5.Setelah itu akan muncul permintaan yang kurang lebih artinya: “mau diinstal di folder mana?” sebagaimana dilihat di bawah ini:

Tugas anda adalah klik bagian continue (yang dilingkari merah)

6. Biasanya sih langsung kelar sampai akhir dan sukses. Tetapi jika suatu saat anda mendapati seperti ini:

Maka janganlah anda gundah gulana ataupun khawatir. Cukup klik ignore dan percayalah tidak ada apa-apa yang perlu dirisaukan. Di sini disebutkan bahwa instalasi software yang dibawa kamus ini nyata-nyata sudah ditemukan di komputer anda dan sedang digunakan, sehingga gak perlu ditambah instalasinya.

7. Setelah itu barangkali akan muncul sesudahnya seperti ini:

Lakukan klik YES.

8. Setelah itu anda cukup melakukan klik IGNORE pada beberapa kejadian serupa sampai kemudian instalasi selesai. Jika sukses, di komputer anda sudah terinstall software ini:

Nah selanjutnya pelajari di help file untuk menjalankan program ini:

DOWNLOAD

1. download via dropbox.net silahkan klik di sini

2. download via google drive silahkan klik di sini

.

BEBERAPA KESULITAN INSTALASI KAMUS TEMBUNG JAWA

(Update tulisan tanggal 11 Desember 2009)

Saya menerima masukan keluhan bahwa ada proses kegagalan instalasi software ini untuk beberapa update komponen windows. Akibatnya muncul jendela seperti ini:

Sekali lagi, tidak perlu panik dan gusar. Maklum, sebagai software yang dihasilkan oleh orang pemula ya kadang banyak cacatnya, Mas, Mbak, Bu, Pak, Yu, Kang, Dhi dll….Hehe.. Tetapi saya yakin segalanya bisa dipelajari dan diselesaikan. Marilah kita cari solusinya sama-sama, Pertama, Ekstraklah isi dari file KamusTembungJawa.zip dan bukalah isinya. Lihat gambar ini:

Sebagaimana hal di atas, lakukan ekstraksi pada file kamusjawa.CAB. Entah anda pakai winzip, pakai winrar, 7zip, winace dll, pokoknya ekstraksi. kliatannya bisa. Nah kemudian setelah itu lihatlah isi file di dalamnya:

Nah, di dalamnya anda akan ketemu icon bergambar bendera indonesia dengan lambang burung garuda. Biasanya sih, kalau udah gitu ketika di-klik icon tersebut anda sudah mendapati software ini berjalan dengan baik seperti ini:

Nah, kalau sudah begitu, jika ingin membuat icon di desktop windows anda, lakukan aja langkah ini:

1. Klik kanan icon kamusjawa.exe yang gambar burung dan bendera itu

2. Pilih opsi send to > desktop (shortcut)

3. Nah, sekarang lihat desktop anda dan software ini siap digunakan.

Kurang jelas, liat gambar di bawah ini:

OK silahkan menikmati. Semoga tetap jaya Indonesia.

Gitu aja dulu, jangan sungkan-sungkan memberi masukan jika masih bingung, karena ini kerja kita sama-sama untuk memajukan bahasa dan budaya jawa. Oke?

Salam..

Feriawan..

Download Kamus Akronim dan Singkatan v.1 freeware

Ini adalah kamus yang berisi data istilah dan akronim yang biasa ditemui di berita-berita, tulisan akademis, ataupun sumber-sumber lainnya di Indonesia. Sebenarnya databasenya sudah banyak beredar baik di blog-blog ataupun di forum diskusi. Tetapi nggak ada salahnya kalau saya compile agar bisa dinikmat dengan mudah.

Silahkan klik untuk download di dropbox

Silahkan klik untuk download di googledrive

 

Download kamus Indonesia-Sunda (kebalikan dari Sunda-Indonesia) V.2.1

Sekedar melengkapi kamus yang di upload sebelumnya. Maaf, saya belum bisa buat sistem yang terjemahannya bolak-balik, jadi mending dijadikan dua aja. Berikut interfacenya:

Aturan penyebarluasan freeware ini, penggandaan, perubahan dan lain sebagainnya, sama dengan kamus-kamus daerah yang lain. Silahkan dinikmati…

silahkan klik di sini untuk download dari dropbox

silahkan klik di sini untuk download dari ziddu

silahkan klik di sini untuk download dari googledrive

Download Kamus Sunda Indonesia Versi 2.0

Alhamdulillah, sekarang sudah jadi kamus sunda-indonesia versi 2.0. databasenya emang masih jauh dari cukup karena belum ada sumber database yang lumayan valid. Andaisaja ada temen-temen yang mau ngirim database, tentunya bakal lebih lengkap lagi. Tapi daripada nggak ada, mending saya buat dulu aja.

Makasih kepada sumber yang tercantum dalam help file kamus ini atas data istilah yang anda kirimkan. Ukuran kamus ini cukup kecil, hanya 500an KB, mudah digunakan, bisa ditambah dan didelete databasenya, bisa diedit, boleh diutak atik, disebarluaskan, terserah lah…asal jangan diaku-aku aja lah. Selamat menikmati. Tetap jaya Indonesia…

silahkan klik di sini untuk download dari dropbox

silahkan klik di sini untuk download dari googledrive