Category Archives: Uncategorized

Atas Nama Masa Lalu

1606538_10202391909612405_346328181_o 

Pintu gerbang hitam berkarat agak susah didorong. Suara berdecit saat Agung berusaha membukanya. Bersama Savira, mereka berdua melangkah memasuki halaman sebuah bangunan tua yang sebagian besar sudah menjadi puing-puing itu. Tak ada yang berbeda bentuknya dibandingkan dengan gambaran yang ada di kepala mereka sekian puluh tahun lalu. Lokasi yang sama-sama mereka hafal. Bedanya. Kalau dulu mereka harus bersusah payah menjangkaunya. Sekarang sudah terbantu karena sudah ada jalan yang relatif baik sehingga mobil Agung bisa diparkir tak kurang dari 100 meter dari lokasi mereka berada sekarang.  Tetapi, Savira tidak menduga bahwa sekarang tempat itu sudah dipenuhi bunga-bunga indah, yang walaupun tak terlalu nampak dalam cahaya senja, kecuali berhiaskan cahaya lampion-lampion kecil. Agung mendahului melangkah menuju suatu tempat, membiarkan Savira yang terhenti sejenak di depan pintu gerbang.

Savira melangkahkan kaki perlahan. Sangat perlahan. Matanya dan mulutnya masih ternganga menyaksikan apa yang ada di depannya. Dia tidak sedang bermimpi. Halaman sebuah bangunan kuno yang dulunya sangat dia kenal tak lebih dari puing-puing, kini berhiaskan taman dan bunga-bunga yang indah. Bermandikan cahaya lampion yang memancarkan sinar temaram. Tak ada musik yang indah, kecuali semilir angin yang semeribit menyibak jilbabnya, tetapi itu

Continue reading Atas Nama Masa Lalu

Advertisements

Imajinasi Sunyi

541923_10200132547784731_2128985111_nKarena Sunyirah terlahir jauh dari kata cantik, bukan berarti dia tak punya fantasi. Setiap saat dia berpantas diri di hadapan cermin, di dalam kamar. Secuil kertas bergambar foto artis atau model terkenal, sering dia sandingkan dengan bayangannya di dalam cermin. Terkadang, ketika di jalan atau di keramaian dan melihat seorang pemuda yang dirasanya ganteng, gagah atau menawan, dipercepat langkahnya pulang. Masuk dalam kamar, menguncinya  dan kembali menggumuli cerminnya sembari berkhayal. Continue reading Imajinasi Sunyi

Sebuah Tulisan di antara Retakan

Sebuah tulisan di antara retakan

Di sebuah dinding yang lelah menuju rebah

Tulisan itu tulisan kesaksian

Tentang cerita singkat yang menghentak ribuan jantung

Ribuan tangis, ribuan isak, ribuan air mata

Semua tertulis

Di tembok dinding di antara retakan

.

Dan engkau pasrah

Ketika sebuah pelukan menghantarkan kepalamu

Di hadapan sebuah bahu

Menenggelamkan tangismu

Kau panjatkan syukur dan sejuta terima kasih

Saat mereka menyambung nyawamu

Saat mereka membubuhkan harapan dalam mimpi kosongmu

Air matamu tak lagi pilu

.

Ooh……selumut yang demikian tebal

Mengapa jiwamu terlalu nyaman di dalam petarangan

Sehingga lupa untuk bangkit dari kehangatanmu

.

Oohh..perut yang kenyang

Mengapa kau semakin tak logis

Meminta nasi datang ke piring kosongmu?

.

Ooh…mata yang terkantuk

Mengapa kau dibutakan oleh derma yang kunjung mengalir?

.

Kau tukar harga dirimu

Kau tendang habis kiri kananmu

Kau jadikan waktumu untuk bekerja

Dengan terpekur menanti hiba…

Kau, menikmati kedukaanmu

Yang kau jual sebagai mahkota

.

Sebuah tulisan di antara retakan

Mengantakanku kepada sebuah cerita

Tentang tumbangnya sebuah bangsa

Bukan karena bencana atas nama Tuhan

Tetapi bencana atas nama kemanusiaan…..

.

Padang, 22 Desember 2009

KESULITAN INSTALASI KAMUS TEMBUNG JAWA ? Ini solusinya…

(Update tulisan tanggal 11 Desember 2009)

Saya menerima masukan keluhan bahwa ada proses kegagalan instalasi software ini untuk beberapa update komponen windows. Akibatnya muncul jendela seperti ini:

Terima kasih untuk beberapa masukan yang ada.

Sekali lagi, tidak perlu panik dan gusar. Maklum, sebagai software yang dihasilkan oleh orang pemula ya kadang banyak cacatnya, Mas, Mbak, Bu, Pak, Yu, Kang, Dhi dll….Hehe.. Tetapi saya yakin segalanya bisa dipelajari dan diselesaikan. Marilah kita cari solusinya sama-sama, Pertama, Ekstraklah isi dari file KamusTembungJawa.zip dan bukalah isinya. Lihat gambar ini:

Sebagaimana hal di atas, lakukan ekstraksi pada file kamusjawa.CAB. Entah anda pakai winzip, pakai winrar, 7zip, winace dll, pokoknya ekstraksi. kliatannya bisa. Nah kemudian setelah itu lihatlah isi file di dalamnya:

Nah, di dalamnya anda akan ketemu icon bergambar bendera indonesia dengan lambang burung garuda. Biasanya sih, kalau udah gitu ketika di-klik icon tersebut anda sudah mendapati software ini berjalan dengan baik seperti ini:

Nah, kalau sudah begitu, jika ingin membuat icon di desktop windows anda, lakukan aja langkah ini:

1. Klik kanan icon kamusjawa.exe yang gambar burung dan bendera itu

2. Pilih opsi send to > desktop (shortcut)

3. Nah, sekarang lihat desktop anda dan software ini siap digunakan.

Kurang jelas, liat gambar di bawah ini:

OK silahkan menikmati. Semoga tetap jaya Indonesia.

Gitu aja dulu, jangan sungkan-sungkan memberi masukan jika masih bingung, karena ini kerja kita sama-sama untuk memajukan bahasa dan budaya jawa. Oke?

Salam..

Feriawan..

Sepotong Kenangan saat di SMA Katolik Sedes Sapientiae

Foto ini akhirnya ketemu juga. Seorang teman memberikan linknya di facebook.

Saya pernah menjadi objek tulisan Nurul F Huda di buku kumpulan cerpen (alamak…chicklits) pertama dia: Bayangan Bidadari. Bayangan Bidadari adalah salah satu cerpen yang diilhami oleh kisah pribadi saya, perjalanan hidup saya. Nama tokoh utamanya sama: Ferry.

Itu adalah tulisan berkaitan dengan revolusi keislaman saya semasa lulus dari SMA di Semarang: SMA Katolik Sedes Sapientiae yang kemudian keranjingan untuk mendalami Islam, belajar Al Qur’an, hadits,tafsir, menjadi guru TPA dan kemudian menjadi salah satu dari sekian banyak pilar penguat di Jamaah Shalahuddin UGM.(Terima kasih untuk perpustakaan JS). Bedanya (dan ini sangat saya sesalkan) di buku itu motivasi berislam si Ferry adalah karena dia kagum oleh seorang Akhwat. Well, meskipun kesannya kekagumannya karena si Akhwat itu begitu tegas, zuhud, gak gampang dirayu dan powerful (dan kemudian akhirnya jadi Istri Ferry), bagi saya itu seoah menjadi pembelokan sejarah atas motivasi saya selama ini. Whatever.

Di bawah ini adalah foto saat saya SMA.
Fotoku waktu SMA di SMA Sedes Sapientiae
Sampai saat ini saya tidak pernah merasa sungkan ataupun “berjarak” dengan teman-teman saya se-sedes, se alumni. Mereka masih menganggap saya ada meski sifat saya yang dulu jauh lebih menyebalkan daripada sekarang. Meskipun mereka beragama beda dengan saya. Meskipun dalam pandangan orang diantara kami berbeda ras, saya jawa sementara banyak diantara teman-teman saya adalah Cina. Semakin mendalami Islam, semakin saya tahu bahwa rahmatallil alaminnya Islam adalah perasaan bahwa semua umat Allah itu sama, sementara yang membedakan adalah hidayah.

Download Paling Cepat, Gampang, dan Sangat Membantu HASIL SELEKSI REKRUTMEN TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN (THL TB PP) DEPARTEMEN PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2008 (Ditulis 22 Januari 2009)

Silahkan download via situs ini lalu dibuka. Formatnya XLS. Jadi lebih gampang daripada Ngedownload via situs deptan. DIJAMIN. Saya lakukan sebagai syukuran atas diterimanya istri saya. Muga barokah & kebahagiaan untuk anda.

Bandwidth di situs deptan sangat terbatas, apalagi jika logika situs deptan adalah membuka file xls/excel menggunakan http. DIpastikan anda di warnet akan menunggu lebih dari 1 jam, apalagi yang koneksinya lambat. Anda akan cepat dapat pengumuman yang anda cari di sini:

Bali

Bangka Belitung

Banten

Bengkulu

DI Yogyakarta

Gorontalo

Irian Jaya Barat

Jambi

Jawa Barat

Jawa Tengah

Jawa Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Selatan

Kalimantan tengah

Kalimantan Timur

Kepulauan Riau

Lampung

Maluku Utara

Maluku

NAD

NTB

NTT

Papua

Riau

Sulawesi barat

Sulawesi selatan

Sulawesi Tengah

Sulawesi Tenggara

Sulawesi Utara

Sumatera Barat

SUmatera Selatan

Sumatera Utara

Link di atas adalah link menuju ke penyimpan dokumen di situs http://www.scribd.com. Anda bisa membacanya dahulu dan jika anda berniat mendownloadnya, anca klik saja bagian Download kemudian pilih bagian .xls. (lihat contoh gambar di bawah).

Nah, bagaimana?

Jika masih belum bisa, anda bisa klik di situs:

http://www.deptan.go.id/pengumuman/pegawai/thl/08/FINAL_THL/

Yang perlu anda lakukan:

1. Cari daerah seleksi anda

2. Cari yang berekstensi .xls (jangan yang .htm)

3. klik kana lalu “..save as link” dan simpan di file. ATAU klik langsung . Atau kalau menggunakan Internet Explorer, klik kanan lalu pilih “Save target as..”

4. Buka dokumen dengan microsoft excel.

Nah bagaimana? Masih belum juga?

KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD SELURUH PROPINSI (cuma 672 KB)

Terima kasih, semoga anda termasuk orang-orang yang beruntung. Kalau belum beruntung, percayalah Allah Maha Memberi RIzky.

Jangan lupa, kalau udah ketrima baca pengumuman lanjutan:

Bagi mereka yang lulus ujian tertulis akan dilakukan seleksi berkas kelengkapan dan wawancara bersamaan dengan diklat pembekalan yang direncanakan pada MINGGU KETIGA FEBRUARI 2009 dengan membawa persyaratan :

·Kartu UJian

·Copy Ijazah dan Transkrip Nilai Akademik

·Pas Photo berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm= 2 lembar

·KTP atauSIM atau tanda Pengenal lain yang dianggap sah

·Buku Tabungan atau Rekening BankBRI di Kabupaten Domisili Calon Tenaga Harian Lepas Penyuluh Pertanian

·PerlengkapanDiklat (Baju harianAtas Putih bawah Hitam dan dasi Hitam, BajuKerja Lapangan/Olah raga, Sepatu dll)

·Bersedia menandatangani surat perjanjian

Sekian, terima kasih

Sekilas tentang Buku “Berkelit dari kutukan Sumber Daya Alam”

Buku Berkelit dari Kutukan sumber daya alam berisikan solusi kebijakan praktis untuk menghadapi kutukan sumber daya alam yang disusun oleh (Macartan Humphreys, Jeffrey D. Sachs, dan Joseph E. Stiglitz).. Kutukan sumber daya alam adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena di atas, dimana Indonesia (sebagai salah satu negara yang disebut di buku ini) gagal mengambil manfaat dari berkah kekayaan alam. Fenomena ini menjadi jelas karena kita bisa dengan mudah menunjuk negara-negara pada sisi sebaliknya yang miskin sumber daya alam namun tingkat kesejahteraan penduduknya baik dan pereknomiannya stabil berkelanjutan.

Penulis buku ini menuliskan: Negara-negara yang berkelimpahan dengan sumberdaya alam seperti minyak dan gas, performa pembangunan ekonomi dan tata kelola pemerintahannya (good governance) kerap lebih buruk dibandingkan negara-negara yang sumberdaya alamnya lebih kecil. Secara paradoks, meskipun muncul harapan besar akan munculnya kekayaan dan luasnya peluang yang mengiringi temuan dan ekstraksi minyak serta sumberdaya alam lainnya, anugerah seperti itu kerap kali menjadi penghambat daripada menciptakan pembangunan yang stabil dan berkelanjutan. Sebaliknya banyak negara-negara yang dari sisi wilayah dan kekayaan SDAnya tidak seberapa tetapi berhasil menjadi negara-negara yang kuat secara ekonomi. Misalkan Singapura, Korea Selatan dan Hungkong/Taiwan.

Mengapa pemilikan SDA justru menjadi kutukan dan bukan menjadi anugerah? Kutukan apakah dan darimanakah asalnya? Pernyataan “kutukan” di sini mengacu kepada bagaimana suatu bangsa memperlakukan SDA yang dimilikinya. Sumber daya alam adalah sebuah anugrah yang seolah datang begitu saja dari Tuhan dan tidak perlu diproduksi ataupun melalui proses pabrikasi. Negara-negara yang memiliki kekayaan ini tinggal mengambil saja dari dalam tanah. Ada dua faktor yang mendatangkan kutukan: pertama adalah persoalan keahlian yang tidak merata dan kedua adalah Dutch Disease (Penyakit Belanda).

Persoalan pertama, keahlian yang tidak merata. Negara-negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah pada umumnya miskin pendidikan, riset dan terlalu dibius oleh mudahnya memperoleh income dari hasil jualan kekayaan alamnya. Berbeda dengan negara-negara yang hidup dari industri pengolahan yang terus melakukan riset dan pemanfaatan teknologi sehingga menimbulkan temuan-temuan baru dan komoditas-komoditas baru yang laku dijual di dunia. Ada fenomena ganjil dimana dalam proses perdagangan antara negara pengolah dengan negara penjual industri ekstraktif yang ternyata susah menentukan titik adil: harga berapakah yang pantas untuk membeli hasil kekayaan alam. Negara dengan jualan industri ekstraktif tidak pernah tahu berapa dan untuk apa kekayaan itu dimanfaatkan, berapakah tinggi nilainya dan seberapa pengaruhnya bagi dunia. Sebalinya negar-negara pengolah industri ekstraktif terus berburu hasil tambang dan hasil bumi di berbagai dunia, membelinya dengan harga murah dan kemudian mempermaknya untuk menghasilkan uang. Dalam tata ekonomi politik yang ternyata tidak berpihak kepada negara-negara yang hidup dari industri ekstraktif. Negara Indonesia, sebagai contoh, dengan mudah terbelit hutang, tersudut secara ekonomi politik dan akhirnya menjual murah kekayaan dari industri ekstraktif kepada negara-negara pengolah yang kemudian menarik margin yang jauh lebih besar daripada yang diambil dari harga mentah.

Persoalan kedua, penyakit belanda. Penyakit belanda adalah istilah yang menggabarkan kehancuran perekonomian suatu wilayah setelah tidak memiliki lagi sumber kekayaan alam yang dieksploitasi. Sebagaimana diketahui, kekayaan alam (SDA) adalah kekayaan yang tidak abadi dan suatu saat akan habis. Manajemen yang salah mengakibatkan ketergantungan yang tinggi kepada industri ini. Pengolahan kekayaan alam menjadi tumpuan ekonomi tertinggi, (katakanlah di Indonesia adalah kekayaan migas—maka terjadi ketergantungan kepada migas yang demikian tinggi). Sektor-sektor ekonomi lain pun tumbuh tetapi pertumbuhannya adalah turunan dari industri ekstraktif tersebut. Akibat tidak terkelolanya keuntungan yang didapat dari industri ekstraktif, pemerintah tidak menyadari bahwa dia seharusnya membuka atau mengbembangkan sektor-sektor ekonomi lain yang berbeda dengan industri ekstraktif sebagai “cadangan” ataupun pengalihan saat kekayaan alamnya habis. Duth Disease terjadi manakala pemerintah gagal ataupun terlambat membuka sektor lain sewaktu kekayaan alam habis. Padahal, pola konsumsi, pola hidup dan ketergantungan darimasyarakat kepada SDA sudah demikian tinggi. Maka terjadilan pengangguran besar-besarakan, kemiskinan mendadak dan pukulan berantai karena kekosongan komoditas ekonomi dari IE.

Bab-bab selanjutnya dalam buku ini akan mengupas bagaimana pengambilan kebijakan dan keputusan bagi siapapun dalam persoalan pengelolaan SDA. Faktor-faktor apa sajakah yang harus dipertimbangkan, bagaimana mengelola keadilan sosial untuk semua. Semua dikemas secara aplikatif, menyajikan data dan bagan-bagan logis dan tidak berbicara dalam konteks wacana an-sich. (*)

Klik untuk melihat BAB I Buku Escaping The Resource Curse(tidak untuk didownload)

Dan kabar gembira, kalau mau download Buku Escaping The Resource Curse Bahasa Indonesia, silahkan klik di sini

Orek-orekan pas rapat

Terkadang sebuah ide muncul tanpa perencanaan yang jelas. Di saat itu yang bekerja bukanlah nalar, tetapi alam bawah sadar yang kemudian diekspresikan secara begitu saja oleh tangan dan karya. Ini adalah salah satu keisengan saya tadi pas ikut rapat di tengah penatnya situasi hari per hari di bulan november-desember. Mbuh, apapun komentarmu. Beberapa sudah saya sensor untuk kemaslahatan umat. Hehehe….

Orek-orekan iseng

In memoriam…..

Tadi ada yang meninggal. Ayahnya mbak Denok, kakak ipe-ku. Rasanya deg-degan juga membayangkan andai saja yang terbaring dan disholatkan itu adalah aku sendiri. Entah apa yang terjadi di kemudian hari. Rasanya masih banyak dosa yang diperbuat, dan masih sedikit yang membuat hidup ini menjadi bermakna. Padahal, ajal entah kapan, dekat atau bahkan sangat dekat. Siap tidak siap, seolah ada sang malaikat pencabut nyawa di belakang membawa sebilah belati dan siap menikamku sewaktu-waktu.

Orang tua…….hanya dua orang tua, sekalipun beranak sepuluh, usahanya adalah untuk membahagiakan kesemuanya. Tetapi, biarpun ada sepuluh anak, belum tentu mampu membahagiakan hanya dua orang tua..

Cranberries—Ode to my family

Doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo…

Understand the things I say, don’t turn away from me,
‘Cause I’ve spent half my life out there, you wouldn’t disagree.
Do you see me? Do you see? Do you like me?
Do you like me standing there? Do you notice?
Do you know? Do you see me? Do you see me?
Does anyone care?

Unhappiness where’s when I was young,
And we didn’t give a damn,
‘Cause we were raised,
To see life as fun and take it if we can.
My mother, my mother,
She hold me, she hold me, when I was out there.
My father, my father,
He liked me, oh, he liked me. Does anyone care?

Understand what I’ve become, it wasn’t my desing.
And people ev’rywhere think, something better than I am.
But I miss you, I miss, ’cause I liked it,
‘Cause I liked it, when I was out there. Do you know this?
Do you know you did not find me. You did not find.
Does anyone care?

Unhappiness where’s when I was young,
And we didn’t give a damn,
‘Cause we were raised,
To see life as fun and take it if we can.
My mother, my mother,
She hold me, she hold me, when I was out there.
My father, my father,
He liked me, oh, he liked me.

Does anyone care?… X9
Doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo…