Category Archives: seni

KASUR RIDO The Chronicle of a Robot

kasurDI sebuah pinggiran kota, ada sebuah laboratorium rahasia yang tidak diketahui oleh banyak orang. Di laboratorium itu ada seorang professor, yang selalu sendirian. Pekerjaannya meneliti dan menciptakan karya canggih. Namanya Professor Gonteng. Untuk membantu pekerjaannya professor menciptakan robot yang super canggih.

Robot tersebut selain senang membantu kerja professor Gonteng, dia juga suka sekali menjemur kasur.  Karenanya, Professor Gonteng memberi nama robotnya Kasur Rido. Ya, mungkin Professor memerogram kelembutan sikap pada robotnya sehingga menggunakan nama “Kasur”. Kasur Rido senang sekali. Dia terus membantu professor. Selain itu, professor selalu melengkapi pengetahuan Kasur Rido dengan banyak hal, sehingga Kasur Rido menjadi robot yang canggih dan cerdas.

Continue reading KASUR RIDO The Chronicle of a Robot

Atas Nama Masa Lalu

1606538_10202391909612405_346328181_o 

Pintu gerbang hitam berkarat agak susah didorong. Suara berdecit saat Agung berusaha membukanya. Bersama Savira, mereka berdua melangkah memasuki halaman sebuah bangunan tua yang sebagian besar sudah menjadi puing-puing itu. Tak ada yang berbeda bentuknya dibandingkan dengan gambaran yang ada di kepala mereka sekian puluh tahun lalu. Lokasi yang sama-sama mereka hafal. Bedanya. Kalau dulu mereka harus bersusah payah menjangkaunya. Sekarang sudah terbantu karena sudah ada jalan yang relatif baik sehingga mobil Agung bisa diparkir tak kurang dari 100 meter dari lokasi mereka berada sekarang.  Tetapi, Savira tidak menduga bahwa sekarang tempat itu sudah dipenuhi bunga-bunga indah, yang walaupun tak terlalu nampak dalam cahaya senja, kecuali berhiaskan cahaya lampion-lampion kecil. Agung mendahului melangkah menuju suatu tempat, membiarkan Savira yang terhenti sejenak di depan pintu gerbang.

Savira melangkahkan kaki perlahan. Sangat perlahan. Matanya dan mulutnya masih ternganga menyaksikan apa yang ada di depannya. Dia tidak sedang bermimpi. Halaman sebuah bangunan kuno yang dulunya sangat dia kenal tak lebih dari puing-puing, kini berhiaskan taman dan bunga-bunga yang indah. Bermandikan cahaya lampion yang memancarkan sinar temaram. Tak ada musik yang indah, kecuali semilir angin yang semeribit menyibak jilbabnya, tetapi itu

Continue reading Atas Nama Masa Lalu

Kunanti Cintamu di Mushola Kampus

19173_1323755502252_7956628_a

Ini bukan kisah cinta. Tetapi mungkin agak-agak gitu. Tidak tegas, ya? Entahlah..Aku tidak tahu. Kadang aku malu untuk menuliskan ini karena mungkin aku tak jujur. Walaupun begitu, kalau mungkin aku tak jujur menurutmu, itu tidak membuat apa yang aku tulis di sini menjadi kabur. Tetapi kuminta jangan membayangkan apakah wajahku, pipiku, bersemburat merah ataukah tidak. Itu tidak aku bahas.

Kamu tahu, nggak. Di mosholla kampus ini aku sering memperhatikanmu. Adalah kamu, yang tadinya sekedar berlalu lalang dari pintu gerbang menuju ruang kuliah, tetapi sejenak kau lambatkan langkahmu demi melihat ke dalam ruang dalam musholla. Melihat sejenak, dan pergi. Hanya memang. Ya karena dari hari ke hari kamu memang tak pernah berada dalam ruangan ini.

Aku sepintas melihatmu, meski tak mengenalmu. Hmm…keren. Jaket jeans dengan lengan terlinting yang selalu kau pakai, yang dibiarkan balapan dengan kaos ataupun kemeja bermotif garis lurus, sepatu sport, dan tas cangklong. Sejenak saat kamu berhenti melangkah, ada wajah yang berbeda, sebelum akhirnya melenggang. Begitu, sekali, dua kali dan hingga beberapa kali kamu melintas dengan perilaku yang sama, sebelum akhirnya ber haha-hihi dengan teman-teman yang pada tongkrong di teras kampus.

Continue reading Kunanti Cintamu di Mushola Kampus

Inch’Allah (2012): Resensi Film by Feriawan Agung N.

Ini bukan film ‘Islam’.

Seorang dokter perempuan muda dari Quebec, Kanada, ditugaskan dalam sebuah misi kemanusiaan PBB di daerah konflik Palestina-israel. Chloe, dokter muda itu, sebagaimana budaya negaranya, akrab dengan minuman keras, rokok dan dugem, khususnya ketika sedang suntuk (tidak terlalu jelas apakah agamanya). Kebiasaanya lain, adalah jarang memakai BH (lho…kok tau).Dia indekos di kota Jerusalem dan kesehatiannya harus melintasi perbatasan Tepi Barat Continue reading Inch’Allah (2012): Resensi Film by Feriawan Agung N.

Imajinasi Sunyi

541923_10200132547784731_2128985111_nKarena Sunyirah terlahir jauh dari kata cantik, bukan berarti dia tak punya fantasi. Setiap saat dia berpantas diri di hadapan cermin, di dalam kamar. Secuil kertas bergambar foto artis atau model terkenal, sering dia sandingkan dengan bayangannya di dalam cermin. Terkadang, ketika di jalan atau di keramaian dan melihat seorang pemuda yang dirasanya ganteng, gagah atau menawan, dipercepat langkahnya pulang. Masuk dalam kamar, menguncinya  dan kembali menggumuli cerminnya sembari berkhayal. Continue reading Imajinasi Sunyi

Cinta Lama Yang Menggoda

223659_4798399486180_1025471703_n

Kau pergi meninggalkan gelas yang masih terisi penuh. Sungguh bukan akhir cerita seperti yang kuharapkan. Tanpa berpaling sedikitpun ke meja ini, kepadaku yang mulai dihinggapi perasaan cengeng, seperti perasaan anak kecil yang kehilangan permennya. Seperti pecundang. Sementara tanganku memainkan sendok minuman, mataku tak bisa berhenti merekam setiap langkah, setiap detil, setiap detik peristiwa yang tidak ingin aku lupakan. Setiap langkah yang begitu kejam. Menjauh…menjauh..dan hilang.

Continue reading Cinta Lama Yang Menggoda

Jagung Untuk Raja

Adalah seorang raja di negeri antah berantah yang memiliki tiga orang putera kembar. Ketiga-tiganya sangat mencintai  dan menghormati ayahnya tersebut. Mereka dididik dengan baik oleh Sang Permaisuri yang menjadi ibu bagi mereka, penasihat utama Raja, sekaligus guru negara yang memberikan pencerahan bagi seluruh rakyatnya. Putra raja ini kemudian tumbuh menjadi pangeran-pangeran remaja yang cerdas, hebat dan siap menggantikan Sang Raja.

Suatu hari, Sang Raja memanggil ke tiga Pangerannya untuk menghadap.

“Putra-putraku tercinta”, kata Raja memulai pembicaraan. “Kalian aku undang ke mari untuk suatu hal. Suatu hari nanti, ketika aku semakin tua, tibalah saatku menyerahkan tampuk pimpinan kepada salah satu di antara kalian. Tetapi sebelum tiba saat itu, ada sesuatu yang membuat aku sedikit gusar. Yaitu, aku tidak tahu kepada siapakah tahta ini akan kuberikan, yaitu satu diantara kalian.

Continue reading Jagung Untuk Raja

Cerita Diantara Garam dan Cabe

Pada sebuah apartemen mewah, bayangan itu datang mengendap-endap. Melihat bahwa jendela samping terbuka, setarik seringai menyungging di sisi bibirnya. Lambat tetapi pasti, dia melalui halaman yang diterangi sedikit lampu taman.  Sebuah kejadian di tahun 2015.

Nadya, malam ini, sudah membulatkan tekat. Sebaris catatan di atas kasur busa. Di kepalanya, kenangan masa lalu begitu jelas tergambar. Sangat jelas, melebihi jelasnya sinetron tivi yang menyala dan berbunyi keras tanpa di hadapannya. Entah berapa air mata. Remuk! REMUK!!!

Continue reading Cerita Diantara Garam dan Cabe

Cerpen: Bukan Sahabat Terbaik

“Aku lagi jatuh cinta”, kata Putri. Duduk, mata menerawang, senyum sendiri dengan tangan memainkan sejumput rumput kering.

“Oh ya? Selamat,” Kata Danu. Ekspresinya datar. Tidak mengubah kesibukannya yang membawa kaca pembesar, mengamati sesuatu di rerumputan. Raut muka Danu tidak berubah.

Putri sebel. Danu seperti tidak mendengarkan apapun yang dia katakan. Bukan sebuah jawaban yang enak untuk dua orang yang sedang ngomong-ngomong. Apakah mungkin Danu sedang pura-pura sibuk, atau mungkin tak senang mendengar dia jatuh cinta?

Continue reading Cerpen: Bukan Sahabat Terbaik

Dongeng Sebelum Mati

Padang yang luas, dimana binatang ternak yang rata-rata biri-biri, sarapan saat matahari sepenggalah. Beberapa dari mereka adalah unggas yang ikut riang ria kehangatan pagi. Udara begitu segar, sesegar embun yang baru saja menguap dari dedaunan. Sungai bergemericik. Awan putih berjalan pelan.

Marilah berjalan sedikit dari padang itu, agak jauh ke pinggir hutan, saat beberapa anak ayam diasuh induknya, mencari cacing dan serangga, serta tanaman biji-bijian. Induk ayam di mana-mana sama, mereka layaknya seorang ibu yang mengasuh anaknya, mengajari bagaimana mencari dan mendapat makanan yang baik, bagaimana berbagi, bagaimana melindungi. Damai.

Continue reading Dongeng Sebelum Mati