Category Archives: berita

Media Belajar Kebijakan Publik untuk Komunitas Buta Aksara: Eksperimen IDEA Yogyakarta

Membelajarkan masyarakat untuk melek kebijakan publik tidaklah mudah. Apalagi jika warga belajar adalah mereka yang buta huruf, hidup di daerah terpinggir di pelosok perdesaan, dan punya akses terbatas terhadap informasi.

Masyarakat dengan karakteristik demikian cenderung memandang soal-soal kebijakan sebagai urusan abstrak dan berada di luar jangkauan mereka. Jangankan memahami anggaran yang relatif njelimet dan rumit, misalnya. Bahkan kebijakan-kebijakan publik yang bersifat umum saja lazim dianggap sebagai sesuatu yang asing.

***

Tapi IDEA (Institute for Development and Economic Analysis) Yogyakarta punya cara sendiri untuk menyiasati kesulitan itu. LSM yang sudah bertahun-tahun mendampingi masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Gunungkidul ini menggunakan media-media belajar yang unik.

1

Bentuknya sederhana. Poster-poster kecil tematik seukuran kertas A4. Poster ini bergambar sederhana. Lihatlah contoh Poster 1. ”Seorang bapak digambarkan tengah bersiul berjalan menuju balai desa untuk mengikuti Musrenbang. Sementara di belakangnya si ibu pontang-panting mengurus dapur, menggendong anak di tengah tumpukan cucian, nasi gosong, dan piring sisa makan semalam berserakan”.

Poster ini secara jenial mempertontonkan sebuah sisi gelap perencanaan pembangunan yang selama ini luput dari perhatian. Ialah bahwa perencanaan pembangunan di tingkat perdesaan, yang kerap disebut Musrenbang cenderung meminggirkan perempuan. Urusan rapat dan musyawarah adalah urusan laki-laki. Perempuan cukup di dapur dan bersibuk dengan soal-soal domestik.

Poster ini biasa digunakan IDEA dalam pembelajaran tentang bias gender dalam kebijakan publik.

Bayangkan seandainya tema gender dibawakan dengan ceramah tanpa sentuhan media. Warga belajar yang rata-rata adalah petani lahan kering hampir dipastikan mengantuk atau pamit pulang. Proses pembelajaran bukan mencerahkan tetapi memberi beban baru bagi perempuan perdesaan.

Poster macam ini telah membuat tema belajar yang berat dan mengawang-awang itu menjadi lebih sederhana, akrab, kontekstual, mengundang gelak tawa, dan merangsang diskusi. Seorang fasilitator tak perlu banyak berkhotbah. Cukuplah dia bertanya: ”Menurut ibu-ibu, gambar ini bercerita tentang apa? Di gambar ini, bapak sedang apa? Ibu sedang apa? Mengapa bapak bersiul? Ada yang punya pengalaman mirip dengan gambar ini? Bisa ibu ceritakan?”

Kalau sudah begitu, warga belajar biasanya akan nyerocos bicara. Selanjutnya fasilitator tinggal menyimak kesaksian warga, mencatat, menyimpulkan, dan merangkumnya. Sumber belajar adalah pengalaman langsung. Warga belajar adalah guru. Fasilitator adalah seseorang yang hanya bertugas mempermudah proses belajar. Inti pendidikan orang dewasa tidak lebih dari itu.

***

2

Namanya Feriawan. Staf informasi IDEA inilah yang membidani poster-poster tematik itu. Tak punya latar belakang pendidikan seni rupa, tapi dia terampil menangkap momen dan menuangkannya ke dalam gambar. ”Tidak perlu bagus gambarnya. Yang penting jelas dan kena. Tapi itu justru sering lebih sulit, ya”, katanya.

Di meja kerjanya tersimpan puluhan poster tematik yang sudah teruji efektif menjadi media belajar, serta ratusan sketsa dan illustrasi yang tengah dikerjakannya. ”Saya berniat membukukannya”.

Proses kreatifnya menarik disimak. Biasanya dia mempelajari dulu materi belajar yang disodorkan para fasilitator dan community organizer. ”Setelah pesan belajar tertangkap, lalu saya mencari kejadian nyata apa yang kira-kira cocok dengan pesan belajar itu. Baru kemudian saya menggambar”.

3

Tidak semua illustrasi dan gambar yang dia buat berhasil. ”Setelah gambar dipakai, teman-teman biasanya memberi masukan gambar kurang ini kurang itu. Lalu saya perbaiki lagi, dan diuji lagi, diperbaiki lagi. Begitu terus”. Kadang-kadang dia ikut melihat bagaimana poster yang dibuatnya dipakai sebagai media belajar.

”Mungkin Anda sudah harus bikin panduan penggunaan poster itu,” begitu saya bilang padanya. Cobalah bikin catatan ”riwayat” masing-masing poster: poster ini dipakai untuk tema diskusi apa saja, khalayaknya siapa saja, berapa lama dipakai, respon apa yang muncul dari warga belajar, apa saja pertanyaan pemancing diskusi yang digunakan, dan seterusnya. Jadi, kelak para fasilitator tidak harus memulai dari nol karena sudah ada panduannya. Dia tinggal memperdalam dan menajamkannya. Hemat waktu dan tenaga.

”Wah! Ide menarik itu,” katanya.

***

Sejarah eksperimen penggunaan media untuk pendidikan dan penyadaran kritis yang dilakukan IDEA Yogyakarta lumayan panjang. Lembaga ini pernah membikin ”Panjangka tan Kena Sirna” (Harapan yang Tidak Pernah Padam), sebuah film tentang pengalaman perempuan di beberapa desa di Kabupaten Bantul Yogyakarta menghadapi permasalahan kesehatan dan anggaran.

Film ini dibuat sendiri oleh para perempuan desa. Mulai dari penyusunan jalan cerita, hingga pengambilan dan penyuntingan gambar.

4

Rupa-rupa media massa, mulai dari radio komunitas hingga koran-koran lokal juga pernah dipakai untuk mempublikasikan kegiatan dan gagasan mereka. Tetapi penggunaan media massa ini kerap terganggu keberlanjutannya, baik karena kelangkaan sumberdaya maupun kepentingan bisnis media massa. Dampak penggunaan media massa yang menyasar khalayak luas juga relatif sulit diukur.

Mungkin itu sebabnya IDEA Yogyakarta lebih memilih untuk menekuni pengembangan media pembelajaran dan penyadaran yang lebih menyasar komunitas spesifik warga perdesaan. Pilihan ini juga terlihat dari ragam format media yang kaya gambar, menggunakan bahasa lokal, dan ungkapan-ungkapan yang sederhana. Pilihan yang langka, tapi pas, dan mungkin berdampak lebih nyata.

(Dwi Joko Widiyanto)

Dimuat pada: 8 October 2009

Sumber:  http://desentralisasi.net/info-fppm/media-belajar-kebijakan-publik-untuk-komunitas-buta-aksara-2_20091008

RUU Rahasia Negara yang Mengancam Kebebasan Publik di Indonesia

Suatu hari ada orang berada di depan istana kepresidenan Rusia di masa Stalin. dia berteriak,”Stalin Anjing”. Segeralah polisi menangkap orang tersebut. Pengadilan menjatuhinya atas dua dakwaan. Pertama, penghinaan negara…dan kedua…..membongkar rahasia negara. (Mati Ketawa Cara Rusia)

.
.
Hari Sabtu, 27 Juli 2009 kemarin di Hotel Cakra Kusuma, Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Yogyakarta bersama dengan Yayasan SET (Sains, Estetika & Teknologi) mengundang IDEA (Institute for Development and Economic Analysis) Yogyakarta untuk menjadi partisipan dalam diskusi yang mengupas soal rencana diundangkannya RUU Rahasia Negara.

Kebetulan saya yang pas tidak ada agenda urgent datang atas nama IDEA. Ada 4 pemateri yang dihadirkan di situ, yaitu Ketua Dewan Pers Pof.Dr Ichlasul Amal, Joko Susilo anggota Komisi I DPR RI dan Agus Sudibyo dari Yayasan SET Jakarta merangkap Aktifis Koalisi Untuk Kebebasan Pers Indonesia, Irsyad Thamrin Direktur LBH Yogyakarta beserta sejumlah aktifis dari LSM dan sejumlah pimpinan partai politik di daerah.

Apa sih UU Rahasia Negara ini? Secara garis besar, UU ini mengatur hal-hal (data, berkas, dokumen, informasi, benda atau aktifitas) yang dirasa negara tidak boleh diketahui oleh masyarakat luas dengan alasa membahayakan negara jika jatuh ke tangan yang salah. UU ini mengatur tentang siapa yang berhak menetapkan rahasia negara, sifat dari kerahasiaan negara, bentuk dan macam rahasia negara sampai dengan sanksi bagi siapapun yang melanggarnya. Selengkapnya dokumen ini bisa diakses di sini.

Mengapa AJI Yogyakarta dan Yayasan SET merasa perlu untuk membahas RUU ini? Aji merasa bahwa RUU ini mengarah kepada indikasi kesewenang-wenangan aparat penyelenggara negara atas kebebasan publik (masyarakat dan atau pers) dalam mengakses informasi yang mestinya menjadi hak publik. Kesewenang-wenangan ini diindikasikan dengan tafsir sepihak pada pasal 1 ayat 1 RUU ini yang memberikan kewenangan penyelenggara negara atas tafsir sepihak rahasia negara, sehingga dokumen-dokumen yang semestinya penting bagi masyarakat untuk mengetahuinya bisa jadi diklaim sepihak sebagai rahasia negara. Katakanlah, sesiapapun mendapat informasi atau data kaitannya dengan penyelewengan, ketidakbecusan, atau bahkan korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara negara, bisa jadi alih-alih rahasia negara, negara mangkir dan malah menjerat pihak-pihak yang mendapat informasi ini. AJi semakin menajamkan kekhawatiran bahwa pada pasal 11 ayat 2, pasal 13 ayat 2 yang memberikan kewenangan kepada lembaga negara (bisa jadi Pemerintah pusat sampai dengan kelurahan) untuk menetapkan perihal sesuatu yang dianggap sebagai rahasia negara.

Kekhawatiran kedua yang dirasakan AJI, bahwa konsekuensi pelanggaran atas RUU ini nantinya selama-lamanya adalah 20 tahun penjara dan denda sebanyak-banyaknya 1 miliar rupiah bagi setiap orang yang dianggap menyebarluaskan informasi rahasia negara.

Untuk itulah AJI yogyakarta menyatakan sikap yang intinya adalah menolak keberadaan RUU ini. Selengkapnya pernyataan sikap tersebut dapat dilihat di sini.

Agus SUdibyo dari Aktivis Koalisi Untuk Kebebasan Informasi, menyatakan bahwa selama ini pemerintah sudah demikian tertutup dan main klaim terhadap berbagai macam dokumen publik seperti APBD/N, Kebijakan, Rencana Kebijakan, Rencana Proyek, Rencana Kunjungan, Sistem Penggajian, Belanja Rutin, AKtivitas Internal, Sidang-sidang DPR-D, Hutang Negara, dan lain sebagainya. Ketika RUU ini diterapkan, maka siapapun lembaga negara bisa sah untuk menyatakan sebuah dokumen menjadi rahasia. Ada konstruk berpikir yang gagal ketika UU ini dibuat, yakni konteks kerahasiaan yang ada justru penekanannya ataupun alasan yang mendasarinya adalah pembatasan atas kebebasan pers. Negara justru tidak memuat aturan berkaitan dengan konteks intelejen internasional, katakanlah dikatakan Agus di sini adalah kemampuan pihak asing untuk membobol sistem informasi rahasia negara. Negara juga tidak mengakui ataupun tidak beralasan manakala kesalahan justru dikarenakan keterbatasan kapasitas dan teknologi negara dalam melindungi dokumen-dokumennya.

Selain itu, Agus juga membandingkan dengan beberapa negara yang melakukan listing dokumen apa saja yang tergolong sebagai rahasia negara. Bisa jadi di negara lain akan ditetapkan sejumlah 200 jenis dokumen yang tidak bisa diakses publik. Tetapi dalam RUU ini, yang terjadi bukanlah listing dokumen, tetapi kategorikal murni.Artinya, dimungkinkan adanya klaim yang berbeda atas dokumen yang sama sejauh klaim itu dinyatakan oleh lembaga negara. Maka, Agus menyatakan bahwa RUU ini potensial menjadi RUU karet ataupun sumir untuk dengan bebas ditafsirkan oleh siapapun penyelenggara negara. Selengkapnya makalah dan presentasi agus bisa dilihat di sini(makalah) dan di sini (presentasi).
Muhammad Irsyad dari LBH Yogyakarta mencatat bahwa pers akan mendapat pukulan paling keras atas pemberlakukan RUU ini. selengkapnya dapat dilihat di sini.

Ichlasul Amal melihat banyak hal yang harus dicermati dalam penetapan rahasia negara. Kategori rahasia negara yang dibagi atas sangat rahasia, rahasia dan konfidensial, sangat tidak jelas dasarnya dan sangat blunder tujuannya. APa yang membedakan dari ketiganya? Bukankah intinya adalah sama-sama rahasia?
Menjawab tekanan dari AJI dan peserta diskusi yang mengarah pada penolakan RUU Rahasia Negara ini, Joko Susilo, anggota komisi I DPR RI menyebutkan dari proses pembahasan RUU Rahasia Negara masih ada 170 daftar isian masalah yang tersisa untuk dibahas, tetapi hampir tidak mungkin untuk dibatalkan ataupun ditolak.

Jika tekanan sipil menguat, diyakini proses pembahasan RUU Rahasia Negara bisa ditunda, meski pemerintah tetap bisa saja memaksakan DPR segera menyelesaikan pembahasan dengan cara potong kompas untuk proses pembahasan di Panitia Kerja (Panja) DPR. Terutama untuk mengintensifkan pembahasan daftar isian masalah (DIM) yang tersisa.berita selengkapnya dapat dilihat di sini.

Terimakasih Untuk anda, pengunjung teroris cinta. Ter-hit 20.000 pengunjung

Terima kasih untuk anda pengunjung blog teroris cinta yang telah menikmati isi blog, meninggalkan komentar ataupun sekedar menengok. Hari ini, Kamis 12 Maret jam 21.15 WIB blog ini telah tercatat di hit counter sebanyak 20.000 klik. meskipun validitas hit counter ini masih jauh dari valid 100%, tetapi relatif bisa dipercaya.

Dari seluruh tulisan di sini total sejumlah 106 entri blog dan 1 naskah.

Blog ini telah menjadi referensi di berbagai situs untuk kategori: toturial, makalah, download dan juga informasi. Mohon doa restu dari anda semoga blog ini tetap bisa eksis dan memberi ilmu yang bermanfaat, dan kami bisa menyajikan yang terbaik. Mohon kritik dan saran sekiranya ada yang perlu dibenahi.

Terima Kasih

Feriawan

Selamat Jalan Suryo Sahabatku…

“Masdab masih inget Suryo Adi Agung Nugroho (AN 95), Innalillahi wainnailaihi rajiun, sahabat kita tersebut telah menghadap Sang Khaliq Ahad kemaren 8 Feb 09 dan telah dimakamkan di di Serang, Banten.”

Hari ini saya berduka dalam meskipun di kantor wajah saya relatif ceria seperti biasanya. Suryo Adi, adalah nama yang mendampingi saya semasa menjadi ketua BEM Fisipol UGM dan menghadapi masa-masa gonjang-ganjing tatkala kami masih sama-sama, betul-betul, hijau dalam hitam putih urusan politik. Dikencingi, dihina, difitnah….ah…dia masih sabar seperti halnya seorang Suryo ketika saya kenal awalnya.

Kami ketemu di momentum RDK (Ramadhan di Kampus) tahun 1996 di JS UGM. Saat itu akan ada acara Gelar Budaya. Serangkaian acara dengan acara puncak pemutara wayang dengan dalang Ki Anom Suroto mengambil tema ” Serat Kalimasada Mustika Jamas”. Kemudian kami, saya, Suryo, Widodo, Yusran Fauzi, Wawan, dan beberapa teman lain, berduka karena terancam dimejahijaukan jika tidak punya rupiah membayar Anom Suroto pasca pentas.

Dan….wah…maaf….saya habis kata.

Saya persembahkan sebuah nukilan tulisan untuk Suryo. Semoga dia diberi ketenangan di alam akhirat.

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang
Krismansyah Rahadi
(1949-2007) di majalah sastra HORISON.
Krismansyah Rahadi (1949-2007):
KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA

TaUFIQ ISMAIL

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, ” Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin.

Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahi minasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ‘alaa afwahihim, wa tukallimuna
aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna
yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.
Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon,”Chris, alhamdulillah selesai”. Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye ? Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang
dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam
saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. “Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung
mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia,saya lalu mengajak
Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan
lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin.

Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan
getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau
pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu
sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

* * *

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan
jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ‘kan?”

Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

* * *

Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini,tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya.

Amin. #

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya…. sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina
1997

source: http://yankoer.multiply.com/reviews/item/37

Kecelakaan, Polisi, dan Jawaban Keadilan

Alhamdulillah, Innalillah. Tadi pagi dapat kecelakaan dengan seseorang (bapak usia 50 tahun-an) mengendari Kawasaki Blitz no pol AB 5530 CI di daerah pertigaan Lapangan Mandala Krida sebelah Barat. Adalah pertigaan, kami sama sama dari arah selatan menuju pertigaan ke arah Barat dan Utara. Bapak itu ada di depan saya, dan dari arah Bapak itu lagi di kiri agak ke tengah pertigaan dengan posisi diam dan kemudian ragu-ragu menuju ke arah utara. Saat posisi saya ada di kanan sejajar dengan dia, tetapi dia mendadak belok ke Kanan, ke arah utara sehingga motor saya mengenai Body samping motor dia. Motor dia tidak apa-apa karena posisinya ada di depan saya, sementara saya yang berusaha membanting motor shogun saya, harus mencium aspal sehingga ujung depan bodi motor saya pecah.

Saya merasa benar, karena posisi saya ada di kanan dia dan dia tidak menggunakan lampu sen. Dia merasa benar, karena dia yang ditabrak dan dia merasa sudah menggunakan lampu sen.  Saya minta ganti rugi dia tidak mau. Saya minta keadilan dengan mengusulkan supaya kita sama-sama ke polisi agar bisa dirembug. Dia makin tak mau. Alasannya dia merasa ditekan dengan saya usul ke polisi.  Setelah bersitegang sebentar, dia meninggalkan saya dengan alasan tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.

Maka saya kemudian ke kantor polisi depan gramedia. Ketemu dengan seorang polisi yang kemudian memberikan prosedur pelaporan. Intinya begini: kalau memang laporan saya mau ditindak lanjuti, maka motor saya mesti ditahan di kantor sebagai barang bukti. Baru kemudian polisi membuat laporan pengaduan yang intinya ada pihak yang melarikan diri dari tanggungjawab. Setelah itu baru dilakukan pemanggilan selaku saksi, selama 2 kali dan jika tidak digubris, maka polisi baru melakukan penjemputan.

Saya melihat lokasi penyimpanan barang bukti, ternyata motor saya nanti nasibnya akan dihujan-hujankan di luar (mana sekarang musim hujan) meskipun dikrangkeng dan niscaya aman. Tetapi prosesnya, kata polisi, tidak bisa saat itu juga dan bisa lama (dia tidak bilang berapa lama)

Demikian, jelas saya pusing. Saya tidak bisa menawar, katakanlah menunjukkan , karena katanya itu bagian dari peraturan. Akhirnya dengan nada putus asa saya tidak melanjutkan gugatan, tetapi meminta dia mencari barangkali petugas mau membantu saya untuk mencarikan ybs supaya urusannya dengan saya selesai. Selebihnya itu, ya sudah, biarlah ini menjadi hari apes saya.

Ada pendapat?

Tentang Kusir Angkringan, internet berbasis komunitas pedesaan

Barusan kemarin sabtu lembaga saya dapat undangan dari KUSIR – ANGKRINGAN (Komputer Untuk Sistem Informasi Rakyat). Sebuah undangan yang menarik karena di situ disebutkan bagaimana mereka (para pengundang) melakukan upaya pemasyarakatan internet berbasis komunitas. Sayangnya acara tersebut tidak bisa saya ikuti karena ada janjian sama sebuah lembaga di UGM untuk kontrak kerjasama. Maka acara itu diwakilkan kepada teman saya.

Tidak ada yang menarik, kata teman saya yang ikut, kecuali bahwa ada 2 oleh-oleh berupa CD dan satu buku tentang mereka= KUSIR ANGKRINGAN yang jelas-jelas saya butuhkan untuk mengetahui tentang pemanfaatan internet berbasis komunitas. Konon, telah lama saya mendambakan bagaimana masyarakat pedesaan dapat melakukan akses internet gratis sehingga, petani bisa mengakses perkembangan teknologi pertanian, anak desa bisa ngerti bagaimana dapat bahan bacaan pelajaran dll, mirip iklannya telkom tentang internet.

Di buku itu disebutkan bahwa Kusir Angkringan dulunya adalah kelompok radio komunitas yang berjejaring untuk penyebarluasan informasi antar anggota komunitas. Sukses dalam mengelola radio komunitas, kemudian mereka melangkah ke internet dikarenakan kebutuhan internet yang tinggi dan sebelumnya bergantung pada warnet yang jaraknya 2 km dari kantor mereka, dengan frekuensi buka warnet yang diragukan jamnya. Dari sana mereka menjawab persoalan itu dengan gagasan Onno W. Purbo tentang RTRW net dengan media WLAN.

Dari situ kemudian mereka mengutak-atik gagasan wajanbolik sebagai antena yang digunakan menangkap sinyal dari server untuk disebarluaskan ke komputer anggota dengan berbagai radius. Asyiknya, mereka tidak menggunakan software OS bajakan tetapi menggunakan Ubuntu server 8.04 sebagai server.

Di buku itu pun disertakan petunjuk teknis pembuatan wajanbolik dan alokasi biaya yang harus dikeluarkan. Sayangnya, menurut saya, pengadaan infrastruktur ini masih terlalu tinggi untuk ukuran masyarakat desa. Untuk reciver saja, wajanbolik, harus menghabiskan biaya minimal 200 ribu-an belum termasuk wlan, kemudian juga bagaimana cara memperoleh bor pelubang, dan alat-alat kerja lainnya. Untuk aksespoint juga paling nggak butuh 1,5 jt belum terrmasuk tower, dan juga koneksi internet yang hendak di-share. Pendek kata, masih butuh pengembangan teknologi yang lebih ramah orang miskin. Akan tetapi langkah Kusir Angkringan jelas langkah hebat untuk menciptakan wahana internet untuk pedesaan.

Pada tahap selanjutnya mereka akan mengawinkan antara radio dan internet menjadi radio online. Ok deh..selamat untuk Kusir Angkringan, semoga makin banyak keberpihakan kepada petani dan komunitas desa.

keterangan selengkapnya silahkan lihat di www.angkringan.web.id

Apakah semua pemulung adalah pencuri?

Saya pribadi merasa sedih terhadap mereka yang berprofesi sebagai pemulung. Di satu sisi sungguh saya pernah merasakan bagaimana kehilangan barang-barang mulai dari jemuran, sepeda dan lain sebagainya dengan indikasi diambil oleh pemulung. Tetapi pada sisi lain saya juga merasa bahwa mereka telah berjasa besar melakukan recycling terhadap sampah-sampah yang mestinya hanya menambah beban bumi.

Tadi pagi saya menemukan papan warning di depan sebuah gang di Jl.Kaliurang km5. Bisa jadi antara “pemulung” dengan “pencuri” konteksnya terpisah. Tetapi ketika pencuri harus siap mati…Masya Allah. Apakah kita siap mempertanggungjawabkan penghakiman dan niatan kita ini dihadapan Allah, sekalipun ini barangkali hanya gertak sambal.

Menurut teman saya, di beberapa gang di wilayah sekitar, papan warning ini dah ada sejak lama. Tidak jelas juga siapa yang masang. Semoga, tidak terjadi pembunuhan, dan semoga keadilan benar-benar ditegakkan oleh hamba hukum dan tidak membiarkan masyarakat melakukan self defense sendiri. Apalah Indonesia jika anarki menjadi raja (*)

Foto Eksklusif Bencana Angin Puting Beliung atau Angin Ribut UGM

Berikut Thumbnail ataupun gambar kecil dari foto-foto angin ribut UGM. Untuk Perbesaran:

silahkan anda klik di sini

Kronologi:

Jam 13.30 Angin mulai muncul dan listrik tiba-tiba padam. Hujan dalam posisi tidak wajar ketika kemiringan air dari arah utara lebih dari 30 derajat. Posisi saya ada di Kantor Kerja, Jl. Kaliurang Km 5. kira-kira sekilo dari UGM.

Jam 14.00 Angin dan hujan bertiup. Diperkirakan jam inilah angin sudah mulai merontokkan beberapa tanaman keras di UGM. Belum diketahui keadaan Hutan di kampus UGM, tetapi beberapa halaman di kampus sebagaimana saya rekam dalam gambar ini dalam keadaan rusak berat.

Alhamdulillah, bahwa Gedung Pusat UGM sebagai tempat bersejarah tidak mengalami kerusakan serius. Tetapi sepanjang jalan Kaliurang dekat kampus UGM, hancur berantakan.

14.30 Polisi memblokade jalan ke arah selatan di prapatan Depok. Saya saat itu sudah bawa jepretan milik rekan kantor dan mulai ceprat-cepret dari arah sarjito.

Untuk teman-teman yang jauh dimanapun berada, semoga foto-foto ini bisa bercerita lebih dari kata-kata saya. Terimakasih..

Feriawan

Masya Allah….UGM, Kampusku, kena angin ribut……puting beliung

KLIK DISINI UNTUK LIHAT FOTO EKSKLUSIF

Yogyakarta – Angin puting beliung yang menghantam kawasan Kampus UGM Yogyakarta benar-benar mengoyak pohon-pohon dan gedung-gedung. Sejumlah atap gedung jebol. Pohon-pohon bertumbangan. Kampus UGM terlihat sangat kusut. Lalu lintas di sejumlah jalan macet total.

Pemantauan detikcom, Jumat (11/7/2008), salah satu atap gedung yang porak-poranda adalah gedung Koperasi Mahasiswa (Kopma) UGM. Atap bagian depan roboh, sementara meja dan kursinya kocar-kacir. Barang-barang dagangan di tempat ini juga terserak ke mana-mana.

Sejumlah gedung lainnya, seperti Gedung Gelanggang UGM, mengalami kerusakan kecil di bagian atap. Sejumlah gentingnya tampak melorot. Genting-genting di atap gedung UPT Komputer juga bergeser ke bawah. Tempat parkir kantor BNI juga rusak.

Atap gedung Wisma UGM juga rusak. Papan nama di depan gedung roboh. Atap Gedung Purna Budaya juga rusak berat.

Akibat banyaknya pohon tumbang, arus lalu lintas kendaraan di jalan-jalan kampus UGM macet total. Antara lain terlihat di Jalan Cik Di Tiro, C Simanjuntak, dan Prof Dr Herman Yohannes. Saat ini hujan masih rintik-rintik. Untuk sementara akses ke UGM ditutup sementara, untuk menghindari kemacetan yang menggila.

Menurut saksi mata, Marsono, pedagang angkringan di bundaran UGM, hujan deras disertai angin kencang itu terjadi begitu cepat sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, dia akan menggelar dagangannya. Begitu angin datang, dirinya langsung lari terbirit-birit menyelamatkan diri.

“Para pedagang lain juga langsung menyelamatkan diri juga,” kata dia. Para pedagang tidak sempat mengamankan lapak dan barang-barang dagangannya. Bahkan, banyak etalase kecil, seperti etalase untuk menjual voucher telepon, ambruk. Saat itu, para pedagang memilih menyelamatkan diri di kantor Pos dan Kantor Menwa.

Sementara itu, puluhan gerobak milik pedagang kaki lima juga berhamburan.

Hingga pukul 17.00 WIB, masyarakat dan civitas akademika UGM bekerja bakti mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang. Demikian juga para mahasiswa di kampus fakultas masing-masing. (asy/ken)

sumber: http://www.detiknews.com/read/2008/11/07/171317/1033192/10/banyak-atap-gedung-jebol-jalanan-macet-total

PENERIMAAN CPNS SEKRETARIAT KABINET RI 2008

PENGUMUMANNomor :P.790/Setkab/DA/X/2008TENTANGPENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKRETARIAT KABINET RITAHUN 2008

Dalam rangka mengisi formasi CPNS Tahun Anggaran 2008, sebagaimana ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: KEP/335/M.PAN/10/2008, tanggal 8 Oktober 2008, Sekretariat Kabinet RI membuka kesempatan bagi Warga Negara Republik Indonesia yang berminat menjadi CPNS di lingkungan Sekretariat Kabinet RI, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Formasi Jabatan dan Kualifikasi Pendidikan yang dibutuhkan:

2. Persyaratan pelamar:

a. Persyaratan umum:

1.Warga Negara Indonesia;

2.Berusia maksimum 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Desember 2008;

3.Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

4.Memiliki integritas yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

5.Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri;

6.Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik;

7.Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/Polri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

8.Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan;

9.Memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan (jenjang dan jurusan) yang sesuai dengan formasi jabatan;

10.Berkelakuan baik;

11.Sehat jasmani dan rohani.


b. Persyaratan Khusus:

1.Ijazah pelamar yang diakui yaitu ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang telah mendapat akreditasi A/B atau ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Luar Negeri, yang telah mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional.

2.Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bagi pelamar berijazah;

oa) Sarjana (S1) minimal 2,75 (dua koma tujuh lima);

ob) Diploma III (DIII) minimal 2,75 (dua koma tujuh lima);

oc) Khusus untuk pelamar SMK nilai rata-rata ijazah 7,0 (tujuh koma nol) atau UAN 4,5 (empat koma lima);

3.Bagi pelamar D3 Otomotif dan SMK Otomotif memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) A/B.

3. Pendaftaran:
Pelamar diharuskan datang sendiri ke Gedung Pusdiklat Sekretariat Negara Jl.Gaharu I No.1 Cilandak Barat Jakarta Selatan pada hari Kamis s.d. Minggu, 6 s.d. 9 November 2008, pukul 09.00 – 15.00 WIB, untuk

·a. Menyerahkan surat lamaran yang dimasukkan ke dalam stopmap yang berisi:

1.Surat lamaran yang ditulis tangan dan ditandatangani sendiri oleh pelamar dengan menggunakan tinta hitam, ditujukan kepada Ketua Tim Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Kabinet RI Tahun Anggaran 2008;

2.Foto copy ijazah dan transkrip nilai akademik yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

3.Pas photo berwarna terbaru, berlatar belakang merah, ukuran 3×4 sebanyak 4 (empat) lembar;

4.Foto copy SIM A/B bagi pelamar D3 Otomotif dan SMK Otomotif.

·b. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh panitia.

4. Seleksi Administrasi:

·a. Panitia akan melakukan seleksi administrasi terhadap berkas lamaran berdasarkan peringkat nilai IPK/rata-rata ijazah;

·b. Jumlah pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebanyak-banyaknya 20 x jumlah formasi berdasarkan peringkat nilai IPK/rata-rata ijazah tertinggi;



5.
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Jadwal Ujian Tertulis akan diberitahukan melalui situs internet resmi Sekretariat Negara http://www.setneg.go.id pada hari Kamis, 12 November 2008.


6. Lain-lain:

·a. Pelamar/peserta seleksi tidak dipungut biaya;

·b. Keputusan Tim Pengadaan CPNS Sekretariat Kabinet RI Tahun Anggaran 2008 bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Jakarta, 30 Oktober 2008

Keterangan:

Teroriscinta hanya memberikan informasi dari sumber terpercaya dan tidak bertanggungjawab terhadap apapun yang diakibatkan oleh pemberitaan ini. Keterangan lebih lanjut lihat situs www.setneg.go.id