KASUR RIDO The Chronicle of a Robot

kasurDI sebuah pinggiran kota, ada sebuah laboratorium rahasia yang tidak diketahui oleh banyak orang. Di laboratorium itu ada seorang professor, yang selalu sendirian. Pekerjaannya meneliti dan menciptakan karya canggih. Namanya Professor Gonteng. Untuk membantu pekerjaannya professor menciptakan robot yang super canggih.

Robot tersebut selain senang membantu kerja professor Gonteng, dia juga suka sekali menjemur kasur.  Karenanya, Professor Gonteng memberi nama robotnya Kasur Rido. Ya, mungkin Professor memerogram kelembutan sikap pada robotnya sehingga menggunakan nama “Kasur”. Kasur Rido senang sekali. Dia terus membantu professor. Selain itu, professor selalu melengkapi pengetahuan Kasur Rido dengan banyak hal, sehingga Kasur Rido menjadi robot yang canggih dan cerdas.

Suatu hari, professor Gonteng sakit keras. Entah sakit apa, mungkin kanker, tumor, diare berat, panu akut, kutil stadium 4, encok kronis dan sejenisnya, pokoknya mengancam nyawanya. Professor merasa bahwa usianya tidak panjang lagi, sebentar lagi dia akan mati. Hal itu membuat Kasur Rido menjadi sedih. Dia berusaha melakukan apa saja agar professor segera pulih tetapi sia-sia. Hingga suatu saat professor memanggilnya.

“Kasur Rido, ajalku sudah dekat. Baik-baiklah kamu hidup sendiri. Kamu sudah belajar banyak dariku, tetapi kamu belum mengenal manusia. Suatu saat nanti jika aku sudah mati, mengabdilah kepada manusia dan layanilah mereka dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai engkau menjahati manusia walaupun manusia tak semuanya baik.”

Usai berkata demikian, Professor Gonteng menghembuskan nafasnya untuk terakhir kali. Kasur Rido sedih sekali. Tetapi ia ingat pesan Professor. Maka dikuburkanlah jasad Professor, dan segera setelah itu, ia meninggalkan laboratorium untuk pergi ke kota dan mengabdi kepada manusia lain.

Kasur Ridho keluar dari laboratorium. Untuk pertama kali dia melihat pemandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya, yaitu kota dengan segenap isinya. Kemacetan, polusi, keramaian, pengemis, sampah, klakson, bunyi HP, BBM, Whatsapp, Facebook dan Twitter. (Jangan protes, this is my story)

Segeralah ia menyusuri jalanan untuk menuju kota dan mencari manusia yang bisa dijadikan sebagai tuannya. Sebagai majikannya. Walaupun cuaca sedang buruk, walaupun untuk sampai ke kota dia telah melewati jalan berlumpur serta penuh sampah berterbangan, dia tetap berjalan ke kota.

Sesampai di kota di tengah keramaian pasar, dia menyapa orang-orang yang ada di sana dengan sebaik-baik salam seperti yang diajarkan Professor. Tetapi, bukan reaksi yang ramah yang dia dapatkan. Setiap dia mendatangi toko, mendatangi orang, ataupun menyapa siapapun dengan ramah, dia justru diusir, dihina, dilecehkan, dan tidak jarang diperlakukan dengan kasar. Mungkin, orang-orang kota curiga bahwa robot itu tak lebih dari iklan MLM, sales obat, karena di kota, tidak ada sales yang diterima ramah kecuali Sales Promotion Girl yang seksi-seksi.

“Pergi sana! Kamu robot tidak berguna.”

“Wah..ini saudara robot gedeg, hati-hati…nanti kalau kumat bahaya.”

“Heh… robot jelek. Jangan bikin anakku takut. Pergi!!“

Begitulah kira-kira reaksi yang dia dapatkan. Anak-anak di pasar melemparinya dengan buah-buahan busuk,telur busuk, makanan basi, dan kotoran-kotoran lainnya. Dia menjadi bahan tertawan. Apa daya Kasur Rido. Walaupun begitu, walaupun hal itu membuat Kasur Rido sedih, dia tidak melawan. Dia pergi begitu saja. Tekadnya sudah bulat, menemukan majikan yang bisa dia layani.

Hingga akhirnya malam tiba, dia beristirahat di tepi tempat sampah. Itulah tempat teraman yang bisa dia jadikan sebagai tempat beristirahat.

Ketika malam dia sedang beristirahat, dia dikejutkan oleh suara-suara dari toko sebelah. Rupanya, ada pencuri yang hendak mencuri barang dari toko itu. Pencuri itu menggunakan linggis untuk membuka paksa pintu toko.

Kasur Rido tidak tahu bahwa yang dia lihat adalah pencuri. Yang dia lihat adalah orang yang sedang kesulitan membuka pintu. Maka dia segera mendatangi tempat di mana pencuri itu kesulitan membuka pintu, lalu dengan  tangannya yang kuat, dia membuka pintu toko.

Pencuri itu kaget, tidak menyangka akan ada robot yang muncul dari kegelapan untuk membantu dia membukakan pintu toko yang hendak dia curi. Robot yang melakukan pekerjaan dengan cepat, cekatan dan rapi.

Setelah membukakan pintu, Kasur Rido segera sembunyi. Dia khawatir jika orang yang sebenarnya si pencuri  itu, bakal tidak suka padanya dan akan mengusirnya atau memperlakukannya dengan kejam, seperti orang-orang yang dia hadapi sebelumnya. Dia segera bersembunyi di balik tempat sampah.

Si pencuri segera pulih dari kagetnya. Melihat Kasur Rido sembunyi, dia segera menghampiri.

“Hehe….kamu kuat sekali robot. Kenapa kamu sembunyi? Kenalkan, namaku Boneng.”

Kasur Rido heran. Orang ini yang bernama Boneng tidak takut padanya ataupun berlaku kasar. Dia berbeda dengan orang-orang lainnya.

“Kamu….tidak mengusirku? Tidak mengasari aku?”

Boneng tertawa.

“Hahaha…kamu sudah menolongku. Kasihan sekali kamu. Tenagamu sangat aku perlukan. Mengapa kamu sembunyi? Maukah kamu menjadi pelayanku?”

Kasur Rido senang sekali. Dia menemukan majikan baru yang menurutnya baik sekali, yang berbeda dari orang-orang pada umumnya.  Dia tidak menyadari bahwa Boneng adalah orang yang jahat dan hanya memanfaatkan Kasur Rido untuk membantunya mencuri.

Sejak saat itu, Kasur Rido menemani Boneng mencuri, mencopet, dan perbuatan jahat lainnya. Sebagai robot, dia tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Yang dia tahu, dia hanya mengabdi kepada tuannya, majikan yang menyayanginya dan memperhatikannya. Tidak seperti orang lain yang jahat padanya. Kasur Rido merasa sangat berarti, dia merasa disayangi, diperlakukan, dan dihargai sebagai robot yang sesungguhnya.

Hingga suatu ketika, Boneng tertangkap polisi dalam suatu penggerebakan. Boneng segera diseret polisi dan dimasukkan dalam mobil tahanan. Melihat majikannya dimasukkan mobil tahanan dan diperlakukan kasar oleh polisi dan orang-orang, Kasur Rido tidak tinggal diam, dia berteriak-teriak memanggil majikannya dan mendekati mobil tahanan.

Melihat ada robot yang mendekati mobil tahanan, polisi segera menghardik.

“Pergi kau robot! Jangan dekat-dekat!”

“Pak, bebaskan Tuan Boneng. Bebaskan Tuan Boneng. Dia orang baik.”

Pak polisi habis kesabaran karena Kasur Rido terus mendekat. Berkali-kali dia usir tetapi Kasur Rido tidak kunjung menyingkir. Maka dia keluarkan pistol.

“Robot. Kamu jangan mengganggu kerja polisi. Jika kamu melawan, kamu akan saya tembak.”

Mobil tahanan yang membawa Boneng bergerak meninggalkan kerumunan orang-orang, meninggalkan Kasur Rido.  Kasur Rido bermaksud mengejar, tetapi dihalang-halangi oleh polisi. Karena Kasur Rido nekat, maka polisi melepaskan tembakan. Tentu saja, tembakan itu tidak berarti apa-apa karena tubuh Kasur Rido terbuat dari besi metal. Orang-orang jadi takut. Maka jumlah polisi segera ditambah,  mulai dari pasukan mobil, pasukan anti teror, pasukan anti huru-hara, hingga densus, pasukan khusus, pasukan berani mati, pasukan tempur, pasukan tank, pasukan berkuda, pasukan gajah, pasukan katak bahkan pasukan rudal dikerahkan untuk menjinakkan Kasur Rido. Kasur Rido jadi seperti menakutkan karena terus mencari-cari di mana Boneng berada.

Kota menjadi mencekam. Pemberitaan di TV jadi tidak karuan: “Breaking news. Berita Panas. Kota diserang oleh Robot Penjahat. Pihak polisi dan tentara kewalahan untuk melawan sebuah robot penjahat yang berusaha membebaskan pencuri yang menjadi tahanan polisi.  Huru hara terjadi di sana sini. Toko-toko terbakar, taman kota rusak, mobil-mobil bertabrakan, anak kecil kehilangan permen, harga kosmetik menjadi tinggi, jomblo-jomblo makin galau, sapi susah mengeluarkan susu, ayam-ayam bertelur tiga sekaligus, sayuran jadi keasinan dan suara kentut menjadi semakin kencang….”

Ya begitulah. Berita di TV memang kadang lebay dan tidak logis, yang penting heboh. Yuuuks..

(Sudah, dilanjutkan saja, jangan tertawa terbahak-bahak, ini cerita saya…)

Karena kesulitan, pihak pemerintah bekerjasama dengan pihak asing. Maka diterjunkanlah robot yang didatangkan dari negara tetangga. Dengan diterjunkan menggunakan helikopter,  robot penjinak negara tetangga yang dikenal dengan nama Superbot segera didatangkan ke lokasi dimana Kasur Rido berada. Tujuannya adalah untuk menumpas Kasur Rido sehingga diperkirakan akan terjadi pertempuran dahsyat dua robot.

Melihat ada robot yang mendekat, Kasur Rido senang bukan kepalang. Dipikirnya, dia adalah teman yang dikirim manusia untuk menemaninya. Maka dia sambut temannya itu.

“Haiiiii…apa kabar…namaku Kasur Rido. Aku senang kamu dataaang….”

Superbot kaget, karena begitu dia terjun dari helikopter, dia langsung didekati Kasur Ridho. Belum pernah sepanjang pengalamannya jadi robot dia melihat ada robot yang senekat itu menghadapinya tanpa pemanasan. Dia diprogram untuk bertempur, tinju, karate dan bela diri, tetapi tidak diprogram untuk reaksi yang demikian. Dalam memorinya, dia ingat bahwa hanya banci yang suka main tubruk. Maka dia lari sekencang-kencangnya. Lupa bahwa robot tidak berkelamin.

Terjadilah kejar-kejaran, sampai akhirnya Superbot naik ke gedung tertinggi.

Suasana menjadi tegang, orang-orang di bawah gedung melihat dengan harap-harap cemas. Kasur Rido di puncak gedung sedih juga melihat Superbot yang ketakutan.

“Kenapa kamu lari? Apakah kamu juga benci padaku seperti manusia yang lain? Aku hanya ingin berteman denganmu…”

Superbot melihat Kasur Rido mendekat, jadi sangat takut. Dia lalu berkata:

“Tien cieng hao feng lain ba chin, wong shin tieng hi sien pong pong bak paw sio mai cap cay tau sa ko fuyung hai beng koang..”

Oh, ternyata Superbot adalah robot buatan negeri Tiongkok. Itu dibuktikan dengan stiker yang menempel di badannya: Made In China.  Tidak diprogram menggunakan bahasa lokal. Wah. Padahal Kasur Rido belum pernah tahu apa itu Negeri Tiongkok. Dia terus mencoba memeluk Superbot dan mengajak berteman.  Berpelukan.

Melihat dirinya akan dipeluk, Superbot mendorong keras-keras Kasur Rido. Karena didorong keras, tubuh Kasur Rido terhempas, hingga jatuh dari gedung berlantai seratus.

Kasur Rido tidak mengerti, mengapa begitu susah diterima di dunia manusia, dan dia semakin tidak mengerti, mengapa robot yang dia kira adalah sesamanya, justru tidak menyukainya. Padahal,dia diciptakan oleh Professor Gonteng tidak lain hanyalah untuk mencintai dan dicintai, mengabdi sepenuh hatinya.

“Mengapa….mengapaaa….mengaaaapaaaaaaaaa…aaa…aaaaa. ….aaaaa….aaa.aa aaaaaaaaaaaaaa…………”(slow motion mode on)

Prang…Grobyak!!!!! Tubuh Kasur Rido hancur berkeping-keping. Dari kepingan tersebut ada sebuah tulisan tangan Professor Gonteng yang tidak bisa dipahami maksudnya oleh orang-orang yang menyaksikan rongsokan Kasur Rido.

“ Kemurnian jiwa tidak bisa diukur dari seberapa jahat atau baiknya perbuatan seseorang. Perbuatan itu bisa menipu jiwa-jiwa yang hatinya tidak pernah mengenal cinta dan kasih sayang. Dan ketika cinta hilang, yang ada hanyalah robot yang berbentu manusia.”

Orang-orang tidak memahami. Segela setelah itu mereka menyingkir melanjutkan hidup, dan tinggal tukang rosok menyelesaikan pekerjaannya. (*)

                                                                                                          Pakem, 16 Mei 2014

===============================================================

Sebuah cerita spontan. Ketika Damar diberi tugas ayahnya membuat satu karakter untuk wayang karton, dia membuat karakter robot dan dia beri nama Kasur Rido. Saat itulah giliran Bapaknya mendongengkan karanter yang sudah dia ciptakan itu. Maka lahirlah cerita ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s