Software Sinau Jawa v.1 – Software Pengetahuan Bahasa Jawa

Assalamualaikum wr.wb.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunianya kepada kita untuk bisa saling berkomunikasi di sini, dan juga rasa syukur saya atas kesempatan yang diberikan-Nya sehingga bisa menyajikan software ini kepada Anda dengan segala keterbatasannya. Tak lupa sholawat dan salam saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan bagi saya untuk menuju kepada-Nya. Semoga syafaatnya bisa saya raih di hari akhir kelak.

Berikut ini adalah software yang saya beri nama SINAU JAWA v.1. Isinya adalah pengetahuan Bahasa Jawa yang meliputi tata istilah, tata bahasa, istilah-istilah dalam konteks kemasyarakatan, kamus, sampai dengan pengetahuan wayang dan gamelan. Semuanya diringkas dalam satu software sederhana dengan harapan memudahkan bagi pengajaran dan pendidikan bahasa jawa untuk membantu anak-anak, murid-murid, siswa-siswi dan siapapun yang belajar bahasa Jawa. Isinya relatif memenuhi kurikulum pengajaran bahasa Jawa di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.

Yang pertama kali harus saya garis bawahi, software ini bukanlah berisi acuan baku ataupun referensi valid bagi siapapun yang menggunakannya. Fungsi dasarnya adalah membantu siapapun untuk belajar pengetahuan tentang Adat Istiadat Jawa, khususnya Bahasa Jawa. Untuk itulah di dalamnya di setiap fitur atau menu, ada opsi atau tombol edit dan hapus. Berbeda dengan software yang berisi acuan baku seperti  contohnya wordpedia, Encarta Encyclopedia, ataupun Encyclopedia Britanica yang memang berisi acuan baku. Jauh banget dari itu. Isi yang ada software ini adalah serpihan-serpihan yang berserak dari internet, dari buku bahan ajar yang dijual bebas di pasaran, dan dari lingkungan tempat saya tinggal. Untuk itu, Anda boleh mengubah isinya atau databasenya untuk kepentingan pribadi anda. Untuk isi outentik, hanya bersumber dari link yang terdapat di blog saya di www.feriawan.wordpress.com.

Saya bukanlah seorang ahli bahasa jawa, ilmuwan jawa, budayawan, bukan pula guru, ataupun orang yang paham tentang bahasa dan kebudayaan Jawa. Keseharian saya ketika menyusun software ini adalah menjadi ayah dari dua orang anak usia 6 dan 4 tahun, Iyan dan Damar, dan suami dari Endang Subekti. Saya adalah CPNS di Dinas Sosial Provinsi DIY yang saat ini ditempatkan sebagai pengasuh lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso, Pakem. Kami sekeluarga tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di Sonokulon, Merdikorejo, Tempel, Yogyakarta. Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan ilmu komputer. Latar belakang pendidikan saya adalah Sarjana Ilmu Sosiatri di FISIPOL UGM DIY. Itu sedikit tentang saya, selebihnya jika anda search atau googling, Anda akan menemukan banyak catatan tentang saya, ataupun catatan saya sendiri, khususnya di alamat blog saya seperti tertulis di atas.

Lalu, mengapa saya membuat software ini?

Suatu ketika, saya berdialog dengan ayah saya kandung di Semarang tentang apa yang dilakukannya di sebuah komunitas, ataupun bisa disebut organisasi dengan nama PERMADANI. Sunartyono, nama ayah saya, adalah salah satu pemrakarsa organisasi itu dan sekarang adalah salah satu pengurus PERMADANI Jawa Tengah. PERMADANI adalah singkatan dari Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia. Untuk masyarakat awam yang tahu tentang PERMADANI, mengenal lembaga ini sebagai lembaga yang memberi kursus tentang Panatacara lan Pamedhar Sabda, atau dalam bahasa Indonesianya adalah kursus tentang MC dan Penceramah berbahasa Jawa. Menurut beliau, sesungguhnya PERMADANI tidak dicita-citakan sesederhana semacam lembaga kursus. Konon, dari para pendirinya, PERMADANI didirikan berangkat dari kegelisahan atas lunturnya kebudayaan Indonesia oleh derasnya laju modernitas. Anak muda kehilangan unggah-ungguhnya, krisis moral di sana-sini, hilangnya nilai kemanusiaan dan kesadaran bangsa, bahkan rasa kebangsaan itu sendiri lambat laun menjadi hilang. Akibatnya, atau dampaknya, diantaranya adalah polah tingkah pemimpin dan masyarakat yang menghalalkan segala cara untuk meraih kenikmatan materi dengan jalan korupsi, kolusi, nepotisme. Generasi muda kehilangan arah dan mengikuti budaya asing yang tidak sesuai dengan akhlak moral masyarakat timur, apalagi sesuai dengan akhlak dan moral agama. Nilai-nilai kegotongroyongan entah di mana. Kekerasan atas nama apapun menjadi biasa di telinga.

Dari serapan persoalan itulah ditarik kepada kesimpulan yang salah satunya adalah lunturnya budaya bangsa. Padahal, peran-peran orang yang terpanggil untuk melestarikan kebudayaan bangsa bisa dihitung dengan jari. Kebudayaan menjadi terpinggirkan, tersederhanakan menjadi nilai-nilai pinggiran dengan sebutan tradisional, dan tradisional cenderung disebut jadul.  Bahkan orang berbicara budaya menjadi bias dengan istilah kesenian tradisional. Sebuah keprihatinan. Ketika anak-anak muda kehilangan jati dirinya, kehilangan akar kebudayaannya, orang-orang tua demikian mudah menyalahkan: oh itu karena mereka tidak diajari, tidak mengerti adat, tidak punya kesopanan, terpengaruh oleh barat, dll dsb yang intinya menyalahkan. Pertanyaanya: lalu siapa yang bertanggungjawab? Dari sinilah PERMADANI didirikan dan mengambil peran sebagai lembaga yang, dalam penangkapan saya, agen untuk transfer nilai budaya dari generasi ke generasi. Karena point intinya adalah budaya bangsa, maka PERMADANI tidak hanya berdiri di Jawa, atau mengambil peran atas Budaya Jawa saja, tetapi lebih luas dari itu. PERMADANI didirikan dan tersebar di seluruh Indonesia dan mengambil peran atas budaya lokal yang tujuannya adalah mengembalikan nilai-nilai postif bangsa agar dapat ditransfer dari generasi ke generasi, untuk kemudian menjadi nilai bangsa yang sesungguhnya. Itu penangkapan saya. Mulia sekali. Kalaupun saat ini yang terdengar di masyarakat hanyalah sebagai lembaga kursus MS dan Pemateri Jawa, ya tak apa, karena kegiatan itu yang paling diminati dan dikenal luas masyarakat.  Mengapa hanya di Jawa yang kelihatan, ya tak apa, karena memang mulainya di Jawa, khususnya Jawa Tengah. (Saya ingat betul suasana pendiriannya, waktu kecil saya ikut peresmian pendiriannya di suatu tempat, diresmikan oleh Gubernur Jateng saat itu: H Ismail) . Maka begitulah, cerita Ayah itu begitu membekas. Sebagai seorang muslim, yang saya tangkap satu: perbaikan akhlak dengan jalan budaya.

Mengapa harus software? Bukankah sudah banyak buku-buku beredar dengan harga murah dengan konten yang bahkan lebih lengkap dari ini? Jawaban saya sederhana: kemasan. Jujur saya tidak suka menyatakan itu, tetapi memang itu kenyataanya: hanya sekedar kemasan. Apakah itu penting? Nah, di sini jawabannya mantap: penting. Kemasan adalah sesuatu yang penting dalam proses komunikasi. Faktanya, manusia modern memang suka pada kemasan. Suka melihat kemasan, walaupun intinya sama: komunikasi. Kalau komunikasi adalah ‘ngomong-ngomong’, tentunya bisa dilakukan di cakruk, di gardu ronda, di pasar, di kelas, di gedung mewah. Tergantung dari etika dan estetikanya. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, estetika dan etika juga mencakup pada alat. Orang akan merasa beda jika dia sudah bisa berkomunikasi via internet, via HP, via Blackberry daripada sekedar ngomong di cakruk atau pos ronda. Semacam itulah. Bagi saya, fakta itu ironi: mengapa untuk ngomong saja butuh kenyamanan karena merk tertentu, tempat tertentu dan karena kelas tertentu. Tetapi itulah kenyataanya. Maka, untuk menyampaikan sesuatu terkait budaya, tampaknya butuh kemasan untuk menaikkan ketertarikan, untuk menaikkan gengsi dan untuk menaikkan jangkauan agar tujuannya tercapai. Jadi, dikemaslah semua-mua yang terkait dengan materi belajar bahasa dan kebudayan jawa menjadi software sebagaimana yang sampai ke tangan Anda ini.

Demikianlah. Awalnya yang saya pikirkan adalah anak-anak saya:bilakah mengajarkan pengetahuan tentang bahasa Jawa dan pernak perniknya kepada anak? Bagaimana penerimaan mereka? Pada akhirnya kesimpulannya: ya!. Saya merefleksikan dengan diri saya yang sejak mahasiswa hijrah ke DIY untuk kuliah. Pada masa kuliah tersebut biasa hidup dalam keprihatinan. Ndilalah, Yogyakarta memang kota yang bersahaja. Walaupun saya sering tidak punya duit, tetapi saya belum pernah kelaparan. Banyak teman, banyak penduduk lokal yang sangat mengerti tentang kehidupan mahasiswa seperti saya kala itu. Di Jogja enak: asalkan kita bisa sopan dan mau belajar budaya lokal, kita akan dihargai dan dimanusiakan. Sesuatu yang agak sulit diperoleh di kota kelahiran saya; Semarang. Well, jika saya mau mengajak anak belajar, konsekuensinya saya juga harus belajar dong. Itu.

Lalu mengapa kok tidak dikomersialkan? Ya. Memang tidak ada misi komersialisasi dalam setiap karya saya. Apalagi karya yang berbasis budaya lokal seperti ini. Gambaran saya sederhana: Jika komersial maka yang menjangkau hanya yang punya uang. Itu tidak menjawab persoalan bangsa tentang pendidikan mahal, tentang software berbasis komunitas/ bernuansa budaya lokal, tentang fasilitas dan sarana belajar untuk kaum dhuafa. Semoga Allah SWT setuju, karena Kata-Nya, kalau akhirat yang dituju, dunia juga akan didapat. Nah, mungkin misi saya adalah menagih janji Allah yang Maha Menepati Janji.

Selain itu, tanggungjawab nguri-uri itu adalah tanggung jawab bersama, maka bagi saya ini adalah bagian dari tanggungjawab saya pribadi untuk ikut nguri-uri kabudayan. Sekecil apapun kontribusi yang bisa saya lakukan.Mencoba mengambil peran di situ, sekecil apapun, sebesar kemampuan saya. Ya sederhananya, kita sudah hidup enak, di zaman enak, di Jogja yang enak, itu kan karena kebudayaan yang diwariskan simbah2 kita dulu. Mosok iyo gak matur nuwun? Dan apakah kita rela anak-anak kita kelak justru hidup susah karena kehilangan warisan budayanya. Eman tho? (Hehe.. Padahal nek dipikir malah saya ini ada turunan Cino. :p )

Apakah kemudian tidak menerima donasi? Begini: saya tidak mau dibilang ngemis. Sejak semula software ini diniati sebagai shodaqoh jariyah saya. Maka, software ini diijinkan diunduh oleh siapapun dengan tidak ada batasan fitur, FREE. sejauh ini, sy gak pernah rugi “berbisnis” dgn Allah. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Untuk itu cukup bagi saya beroleh hasil dari pekerjaan saya sebagai PNS. Tetapi pertanyaanya: bagaimana jika ada memang ada orang yang terpanggil? Bukankah jika ini dinafkahkan di jalan Allah, orang juga berhak untuk ikut serta? Katakanlah saya punya kendaraan untuk menuju pada-Nya, apakah tidak boleh orang untuk ikut serta? Nah, untuk itulah saya menerima donasi seandanya apa yang saya lakukan ini seide, sejiwa ataupun mewakili orang-orang yang memiliki kemampuan yang mungkin tidak saya miliki, dan atau sebaliknya.

DONASI

Sekedar mengulang: Walaupun disebarkan dengan bendel freeware/gratis full version, software ini dibuat dengan tidak gratis. Butuh biaya untuk listrik, buku-buku pengetahuan, koneksi internet dan waktu setidaknya 3 bulan untuk membuat software ini. Donasi anda sangat diharapkan untuk kelangsungan pembuatan software ini dan software-software lainnya yang bisa anda peroleh di blog saya ini.

Donasi bisa dalam bentuk:

  1. Uang dikirim via No Rek: Bank Mandiri cabang MM UGM No. 137-00-0628060-2 a.n. FERIAWAN AGUNG NUGROHO, yang insya Allah digunakan untuk memberi perangkat keras, perangkat lunak demi meng-upgrade software Sinau Jawa ini pada versi yang lain. Selain itu masih menunggu pekerjaan membuat software edukatif yang lain yang Insya Allah jika ada kesempatan akan dikelarkan: software belajar rambu lalu lintas untuk anak-anak, KUHP dan KUHPerdata Digital, Ensiklopedi Batik, dan semoga bisa belajar pemrograman game karena ada cita-cita bikin game The Pursuit of Hajj, game semacam farmville yang mengajak anak-anak mengerti tentang langkah-langkah berhaji. Berapapun nilainya akan berharga: Jika ingin tanya: seandainya dijual, barapa harga intrinsiknya? Kalau nilai komersialnya, saya akan menjualnya Rp. 50.000,-  Anda tidak harus membayar sejumlah itu jika memang ingin berdonasi sekedarnya, katakanlah anda mengirim 25.000, saya akan menganggapnya lunas, anggap saja sisanya adalah shodaqoh dari saya.
  2. Jika anda butuh produk yang dikemas secara outentik darii saya untuk kepentingan pembelajaran, saya juga melayani pemesanan dalam bentuk pengiriman CD. Harga jual saya sesuaikan dengan nilai intrinsik Rp 50 ribu untuk per CD dan ongkos kirim sesuai dengan jasa layanan kurir yang ditunjuk. Dengan berat hati, harga ini saya patok pas mengingat tingkat produksi dan pengemasan dalam bentuk CD tentunya berbeda daripada sekedar upload dan download via internet.
  3. Jika anda ingin berdonasi tetapi tidak memiliki kesempatan yang memungkinkan baik untuk mengirim uang, mencukupkan nilainya atau satu dan lain hal yang menghalangi sampainya rupiah ke tangan saya, saya titipkan saja uang yang semestinya anda donasikan ke saya ke kotak amal, kotak infaq, kaum dhuafa, korban bencana dan lain sebaganya musibah di sekitar anda. Cukup diniatkan saja bahwa uang tersebut adalah donasi software untuk saya. Insya Allah, Dia nantinya yang mengatur rejeki yang sudah dijatahkan ke saya.
  4. Kalaupun satu dan lain hal memang Anda benar-benar tidak memiliki kesempatan mengirim donasi. Cukuplah dari saya meminta doa Anda perihal yang saya kerjakan ini. Semoga Allah mengabulkan doa anda yang terbaik untuk saya sekeluarga.
  5. Kalaupun semua point di atas membebani Anda, ya sudah,tak mengapa. Yang penting gunakan software ini untuk kebaikan. Insya Allah saya masih mendapat pahala dari-Nya sepanjang Anda mendapat kemanfaatan positif dari software ini.

Kalau boleh saya meminta, berilah feedback kepada saya lewat facebook, blog dan sarana komunikasi lainnya kepada saya demi perbaikan software ini, Sebarluaskanlah ke sekolah-sekolah, lembaga pendidikan, kelompok belajar dan sejenisnya yang anda rasa akan mendapat kemanfaatan dari software ini. Saya sangat berterima kasih dan semoga Allah membalasnya.

PEMESANAN DALAM BENTUK CD

Saya juga melayani pemesanan dalam bentuk CD yang akan dikirimkan kepada alamat yang anda tuju.  Karena membutuhkan kerja ekstra, saya meminta uang jasa produksi, pengemasan dan pengiriman CD per paket dari anda sejumlah 50 ribu plus ongkos kirim. Mekanismenya adalah sebagai berikut:

  1. Kirim data selengkap-lengkapnya terkait dengan: Identitas anda, email dan telpon khususnya, jumlah pesanan, alamat yang dituju, dan keterangan lain yang anda anggap penting. Kirim ke ferrybm@yahoo.com atau ke feriawan@gmail.com  atau kontak via mail facebook saya di : www.facebook.com/feriawan
  2. Saya akan mengkalkulasi terkait ongkos kirim dan waktu pengiriman.
  3. Jika deal, kirim harga yang disepakati  ke Rek: Bank Mandiri cabang MM UGM No. 137-00-0628060-2 a.n. FERIAWAN AGUNG NUGROHO, terima kasih jika anda memberi lebih dari jumlah transaksi.
  4. CD akan saya kirimkan sampai ke alamat anda.

Demikian panjang lebar dari saya.

Sekian. Billahi Taufiq wal hidayah. Fastabiqul Khairat.

Wassalamualaikum wr.wb.

Feriawan Agung Nugroho, S.Sos

DOWNLOAD DROPBOX

DOWNLOAD GOOGLEDRIVE

DOWNLOAD INDOWEBSTER
DOWNLOAD INDOWEBSTER ALTERNATIF

DOWNLOAD VIA MEDIAFIRE

17 thoughts on “Software Sinau Jawa v.1 – Software Pengetahuan Bahasa Jawa”

    1. Nggih, kula cathet rumiyen. ha manut kemawon badhe dipun pundhut ten pundi. Mau dikirim ke mana? Bukti rekening tolong di-send ke email..Ntar baru diproses..

    2. Oke, lagi dikerjakan. Ntar kalo dah jadi biar kuhubungi. Masalah dijupuk dewe po diterke, gampang lah. wong podho-podho jogja.

  1. Kulanuwun, ndhèrèk nepangaken, kula Setya Amrih Prasaja,S.S.. Alumni Sastra Nusantara, FIB – UGM. Bingah raosing manah déné wonten piyayi kados panjenengan ingkang kagungan kawigatosan ingkang ageng sanget tumraping basa tuwin kawruh paramasastranipun. Menawi kepareng caos pamrayogi, cobi tetembungan Jawa ingkang panjenengan ginakaken salebeting seratan latin kajumbuhaken kaliyan Pedoman Umum Penulisan Bahasa Jawa Aksara Latin edisi revisi 2006, wedalan saking Balai Bahasa Jogjakarta. Langkung prayogi malih menawi sedaya basa Jawa ingkang kaginakaken ugi sageda sinerat salebeting aksara Jawanipun némbé kinanthènan aksara latinipun… makaten atur panyaruwé saking kula. Menawi wonten samukawis ingkang kirang nuju prana, saèstu nyuwun rumentahing samudra pangaksami. Nuwun.
    Homepage : http://www.setyawara.webnode.com

    1. matur nuwun awit saking pamuji lan kasarujukanipun panjenengan kaliyan gegayuhan kula ingkang tinetes mawi software ingkang namung sakmenten kemawon. Jumbuh kaleresan kaliyan menopo ingkang panjenengan prayogakaken, injih kula sarujuk satus persen. Nggih mugi saged sabar sawetawis wekdal, mugi taksih wonten leganing wekdal kagem nggula wentah malih pinuju kasampurnaning software menika. Sepindah malih, matur nuwun.

  2. Wah kula ndhèrèk bingah wondéné wonten kadang kula ingkang kersa damel ngaten punika, menawi kula pareng caos panyaruwé, bok inggiha anggènipun nyerat basa Jawa aksara latin kajumbuhaken kaliyan tata panyeratan wedalan balai bahasa (panyeratan e kabèntenaken antawisipun) è,e, lan é. Kados langkung merbawani menggahing basa Jawa ing panyeratan aksara latinipun. Nuwun.

    1. terima kasih atas apresiasinya, mas setya. ya yang ini masih sangat hijau, belum dipermak dan disempurnakan. tetapi daripada tidak ada sama sekali makannya saya bikin duluan. Makasih atas kritiknya yang membangun, semoga pada suatu ketika bisa disempurnakan lebih baik lagi. matur nuwun…

  3. Terima kasih banyak. Saya tinggal di Surabaya dapat Agustus 2009 sampai April 2010. Saya mendapat beasiswa di Pendidikan Nasional, untuk belajar Bahasa Indonesia. Saya belajar sedikit bahasa Indonesia. Tapi aku tidak belajar bahasa Jawa. Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk perangkat lunak ini untuk mempelajari budaya dan bahasa Jawa. Terima kasih banyak. Salam dari Spanyol!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s