Cerita Diantara Garam dan Cabe

Pada sebuah apartemen mewah, bayangan itu datang mengendap-endap. Melihat bahwa jendela samping terbuka, setarik seringai menyungging di sisi bibirnya. Lambat tetapi pasti, dia melalui halaman yang diterangi sedikit lampu taman.  Sebuah kejadian di tahun 2015.

Nadya, malam ini, sudah membulatkan tekat. Sebaris catatan di atas kasur busa. Di kepalanya, kenangan masa lalu begitu jelas tergambar. Sangat jelas, melebihi jelasnya sinetron tivi yang menyala dan berbunyi keras tanpa di hadapannya. Entah berapa air mata. Remuk! REMUK!!!

Continue reading Cerita Diantara Garam dan Cabe

Advertisements

Cerpen: Bukan Sahabat Terbaik

“Aku lagi jatuh cinta”, kata Putri. Duduk, mata menerawang, senyum sendiri dengan tangan memainkan sejumput rumput kering.

“Oh ya? Selamat,” Kata Danu. Ekspresinya datar. Tidak mengubah kesibukannya yang membawa kaca pembesar, mengamati sesuatu di rerumputan. Raut muka Danu tidak berubah.

Putri sebel. Danu seperti tidak mendengarkan apapun yang dia katakan. Bukan sebuah jawaban yang enak untuk dua orang yang sedang ngomong-ngomong. Apakah mungkin Danu sedang pura-pura sibuk, atau mungkin tak senang mendengar dia jatuh cinta?

Continue reading Cerpen: Bukan Sahabat Terbaik