Sebuah Tulisan di antara Retakan

Sebuah tulisan di antara retakan

Di sebuah dinding yang lelah menuju rebah

Tulisan itu tulisan kesaksian

Tentang cerita singkat yang menghentak ribuan jantung

Ribuan tangis, ribuan isak, ribuan air mata

Semua tertulis

Di tembok dinding di antara retakan

.

Dan engkau pasrah

Ketika sebuah pelukan menghantarkan kepalamu

Di hadapan sebuah bahu

Menenggelamkan tangismu

Kau panjatkan syukur dan sejuta terima kasih

Saat mereka menyambung nyawamu

Saat mereka membubuhkan harapan dalam mimpi kosongmu

Air matamu tak lagi pilu

.

Ooh……selumut yang demikian tebal

Mengapa jiwamu terlalu nyaman di dalam petarangan

Sehingga lupa untuk bangkit dari kehangatanmu

.

Oohh..perut yang kenyang

Mengapa kau semakin tak logis

Meminta nasi datang ke piring kosongmu?

.

Ooh…mata yang terkantuk

Mengapa kau dibutakan oleh derma yang kunjung mengalir?

.

Kau tukar harga dirimu

Kau tendang habis kiri kananmu

Kau jadikan waktumu untuk bekerja

Dengan terpekur menanti hiba…

Kau, menikmati kedukaanmu

Yang kau jual sebagai mahkota

.

Sebuah tulisan di antara retakan

Mengantakanku kepada sebuah cerita

Tentang tumbangnya sebuah bangsa

Bukan karena bencana atas nama Tuhan

Tetapi bencana atas nama kemanusiaan…..

.

Padang, 22 Desember 2009

One thought on “Sebuah Tulisan di antara Retakan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s