Terima Kasih Untuk Partai-Partai Kecil Indonesia

Cerita ini saya dedikasikan sebagai penghargaan untuk partai-partai kecil yang sudah mau tampil di Pemilu, dan sedikit gundah untuk partai-partai besar yang sudah mengkhianati suara rakyat.

Di sebuah daerah, ada seseorang yang selalu gagal maju jadi kepala desa. Namanya Mbah Panjul. Entah sudah berapa lama dia maju jadi kades, karena konon semenjak anak-anak usia saya lahir, beliau sudah terbiasa jadi kandidat….dan gagal.

Cerita tentang majunya dia menjadi kades sungguh sebuah cerita yang tak menarik. Dia selalu pidato dengan kertas yang itu-itu saja, isi pidato yang itu-itu saja, dan juga Sawo…sawo adalah lambang dia maju kades..yang itu itu saja..

Mbah Panjul miskin, oleh sebab itu tidak punya dana besar untuk kampanye dan menyebarkan upeti kepada masyarakat. Dia juga tidak pandai pidato, kecuali menyuarakan bahwa gotong royong di desa perlu ditingkatkan agar semua orang sejahtera. Itu lah kurang lebih…Dengan biaya minim, bagaimana bisa dia maju kader? Yah..lagi-lagi panitia menyebutnya sebagai pupuk bawang. Penggembira.

Apakah Mbah Panjul tidak berstrategi untuk menang? Karena toh dari dulu bukannya suaranya naik, malah turun karena yang milih ya orang-orang seumurnya yang beberapa diantaranya malah sudah meninggal dan tidak bisa ikut pilkades.

“Saya ini cuma menyuarakan suara-suara orang tua semacam saya. Terkadang, kemenangan bukan yang utama, tetapi bahwa saya bisa maju ke pilkades untuk mewakili orang -orang seperti saya…ya itu sudah cukup.”

Jawaban ini terlalu polos.

Tetapi bersyukurlah bahwa masyarakat desa itu , dengan adanya Mbah Panjul, sudah memahami demokrasi sebagai bagian dari keterwakilan suara minoritas. Beda dengan di Indonesia, Mbah Panjul tak berkoalisi dengan tokoh yang lebih berpengaruh.

Harapan, walaupun itu kecil, harus selalu ada dalam ruang demokrasi. Koalisi barangkali langkah kompromistis bagi para politisi. Tetapi bagi negarawan ataupun wakil rakyat, yang tahu bagaimana harga satu buah contrengan, maka koalisi sangat tipis jaraknya dengan pengkhianatan.

Beberapa partai kecil yang sempat saya ketahui, sangat konsisten dan demikian tulus dari waktu ke waktu tampil sebagai penggembira di Indonesia. Mereka demikian tulus, jujur dan berjuang untuk tetap bertahan dari awal reformasi hingga sekarang. Berganti nama, tetapi tidak tertarik untuk bubar dan menyatu dengan partai besar hanya dengan harapan bahwa nilai-nilai yang mereka bawa akan tetap terjaga dan diterima di masyarakat. Mereka hadir untuk mengais sedikit suara dan pengaruh demi kesejahteraan masyarakat yang mereka perjuangkan, meskipun barangkali, mereka juga sedang berjuang untuk itu.

Beberapa diantara mereka, sebenarnya dengan mudah mendapat modal kekayaan yang besar untuk bisa bergabung dengan partai raksasa. Beberapa kader diantaranya bahkan dengan mudah bisa menjadi tokoh dan caleg yang sukses andaikata mereka mau beralih baju. Dan mereka menolak, demi sebuah idealisme yang mereka bawa.

Lewat catatan ini, saya sampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada partai-partai kecil Indonesia. Keberadaan Anda adalah harapan kecil bagi kekecewaan masyarakat yang sudah muak dengan pengkhianatan suara partai besar. Harapan itu bisa jadi menjadi awal dari harapan besar Indonesia. Tetaplah berjuang, karena saya tahu sebagian dari Anda mungkin sudah demikian mencapai taraf kecapek-an perjuangan. Semoga Allah SWT memberkahi langkah anda. Terima Kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s