Download Software Mengenal Suara Binatang

Berikut ini adalah software buatan saya sendiri yang tujuannya untuk memberikan oleh-oleh buat anak saya yang lagi berkembang nalarnya. Isinya sederhana, gambar binatang beserta suaranya. Tetapi dari sini anak bisa belajar menggerakkan mouse, mengenal binatang dan menyayangi lingkungan. Yah..baru beberapa hari kita memperingati hari bumi, apa salahnya..hehe…

Ingat yaa…hanya untuk anak-anak usia 2 sampai 10 tahun.

Silahkan download aja dan gunakan semau-maunya demi generasi kita, generasi Indonesia.Gratis, cukup doakan saya jika anda berkenan, agar bisa tetap berkarya bagi agama, bangsa dan negara…dan supaya tidak tertarik menjadi politisi busuk..hahaha…

silahkan download di sini (googledrive) ataupun di sini (dropbox) 

Download Icip-Icip Software Sinau Huruf Jawa

Saudara-saudara terkasih, baru hari ini saya coba iseng untuk membuat sebuah software tentang belajar huruf jawa menggunakan macromedia. Konon ini bagian dari semangat sejarah untuk melestarikan huruf jawa dan tulis jawa. Sayangnya belum lengkap karena baru eksperimen. Jadi dari segi desain, tata warna, bentuk tulisan, metodologi dan lain sebagainya masih belum saya rencanakan dengan baik. Tetapi dari sini sudah terbayang kiranya apa yang nanti akan dihasilkan dan bagaimana bentuknya.

Insya Allah, kalau jadi 100%sekalipun akan saya nisbahkan ini menjadi software non komersial yang bisa dinikmati siapapun demi perkembangan kebudayaan Jawa pada umumnya. Mengapa demikian? Ya karena saya sudah bisa hidup di tanah merdeka ini tidak saya dapatkan cuma cuma melainkan dari darah dan airmata para nenek moyang dan para syuhada, maka apa salahnya saya juga bersikap demikian, meskipun kadang hasilnya nanti bisa jadi akan diselewengkan, ah..bukankah kemerdekaan Indonesia pun sudah banyak diselewengkan oleh banyak pihak.

Yang pasti Gusti Allah itu Maha Tahu dan Maha Pemurah, tidak akan merugi mereka yang menafkahkan harta, benda, ilmu dan apapun demi kebaikan, apalagi jika ilmu tersebut adalah ilmu yang bermanfaat.

Kalaupun ada yang berniat memberikan donasi, nanti saja lah…Yang pasti saya mohon dukungan, semangat dan doa semoga apa yang sedang saya lakukan ini tak terhenti dan bisa bermanfaat sebagaimana tujuannya.

Matur Nuwun.

Silahkan Kalau mau download icip-icipnya  google drive atau di sini dropbox

Download Software Belajar Aksara Jawa Untuk Anak-anak

Secara tak sengaja saya mampir ke blog http://wedangansoloraya.multiply.com/ dan ternyata menemukan sebuah software yang, cita-citanya, ingin saya kembangkan lebih lanjut. Software itu bernama Belajar Aksara Jawa Untuk Anak-anak yang dibuat menggunakan Macromedia Flash.

Ide dasar software ini kalau boleh menebak adalah memudahkan anak-anak untuk belajar mengenal huruf jawa ataupun huruf hanacaraka. Dari catatan di dalamnya konon pembuatnya adalah saudara sidiq harmawan saputra. Sayangnya dari pengamatan saya, software ini sepertinya belum rampung benar ataupun masih bisa disempurnakan pada banyak hal. Yang manakah itu?

Sebelum ke sana, saya sangat appreciate dengan intro gunungan dan kemudian suasana yang dibangun dengan barisan punakawan masuk, dan kemudian masuk ke menu utama sebagai berikut:

Sampai di sini suasana akrab sudah dibangun dari maskot yang ada serta suara yang diisikan pada tiap icon.

Dan ketika masuk ke menu pengenalan yang terdiri dari 4 submenu: aksara carakan, sandhangan, aksara swara, dan wilangan.

Ketika di klik aksara carakan, kita sudah mendapati halaman utama berupa alphabet hurup jawa besertabunyi dan cara penulisannya:

Sampai di sini sangat menarik, tetapi begitu masuk submenu selanjutnya saya agak kecewa.

Sayangnya dalam sandhangan, tidak dijelaskan penggunaakn sandhangan itu di masing-masing huruf carakan, hanya diperagakan namai dari masing-masing simbol sandhangan itu tanpa tau apakah maksud ataupun bunyi yang ditimbulkan:

Demikian pula dari Menu Contoh, malah tidak ada contoh sama sekali melainkan gambar tokoh-tokoh wayang.

Demikian pula dalam kuis tebak aksara jawa yang hanya menampilkan huruf per huruf dan bukannya soal yang berjenjang/level. Nah, dari sanalah tampaknya ide dasar pembuatan software ini bisa ditiru dan dikembangkan siapapun.

Untuk awalnya saya kira software ini layak untuk diberikan pada si buah hati untuk mengenal huruf jawa.

Silahkan kalau tertarik download  di sini (Ziddu), atau di sini (situsnya sumber). Terima kasih…

CATATAN POJOK: REFLEKSI SINGKAT TENTANG KAUM IBU DI HARI KARTINI 2009

Oleh: Feriawan Agung N.

Hari ini saya mendapatkan kontak dari seorang ibu yang, ceritanya, lagi dipusingkan soal pendidikan anaknya. Keluhannya sederhana: anaknya lebih memfungsikan otak kanan daripada otak kiri, sementara pendidikan formal di Indonesia yang bangkunya diduduki anak tersebut seolah menutup mata terhadap kelebihan dan kekurangan individu. Kekhawatirannya, anak tersebut justru tidak tumbuh menjadi manusia yang dapat memanfaatkan kelebihannya dan menerima kekurangannya oleh sistem pendidikan yang picik. Pendidikan yang tidak menghargai manusia sebagai mahluk tetapi sebagai komoditi yang dihasilkan industri pendidikan bernama sekolah. Singkat cerita, ibu tersebut tertarik untuk mencari sekolah alternatif, salah satunya adalah mendatangi Qaryah Thayyibah setelah browsing dan menemukan blog saya ini.

Agak bergeser dari topik di atas, di hari Kartini ini saya mencoba melihat satu peran ibu di balik kisah di atas. Betapa besarnya peranan kaum ibu dalam konteks pembangunan. Sulit untuk saya sebutkan satu persatu, tetapi secara kasar bisa lah kita lihat: pertama, sebagaimana tulisan di atas, peranan dalam kerangka pendidikan anak indonesia mulai dari tingkat informal sampai dengan formal. Sebagian besar peranan ini dipegang oleh kaum ibu dan jarang dipegang oleh kaum adam. Kedua, adalah peranan dalam hal kesehatan keluarga, mulai dalam hal yang paling awal dalam kehidupan individu: menghasilkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas sejak dari dalam kandungan, bayi, anak-anak sampai dengan menyediakan menu makanan bergisi, pengurusan lingkungan tempat tinggal yang bersih, dan persoalan kesehatan lainnya, kaum ibu lah yang biasanya punya perhatian dan peranan tinggi di sana. Ketiga, adalah persoalan pemeliharaan keharmonisan rumah tangga, dimana seorang ibu adalah seorang istri bagi suami yang punya peranan publik cukup besar dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa dalam hal apapun. Keyakinan saya, tidak mungkin seseorang dapat menciptakan kesejahteraan sebuah bangsa jika dia mendapati dirinya tidak memperoleh kebahagiaan dalam keluarga.

Sampai di sini, saya tidak bermaksud menngecilkan betapa besarnya peranan kaum ibu dalam bidang yang lebih luas seperti ekonomi, politik, hankam (bahkan), teknologi, dan lain sebagainya. Tetapi bagi saya, peranan-peranan di atas adalah yang paling bisa diamati dalam kehidupan sehari-hari oleh tiap kaum ibu di Indonesia. Persoalan di bidang lain akan saya lanjutkan setelah paragraf berikutnya.

Pertanyaan saya adalah: sebberapakah peran ibu sebagaimana saya tuliskan di atas dihargai dalam pelaksanaan kerja kerja di atas? Dalam rumus-rumus pendapatan mulai dari pendapatan perkapita, pendapatan nasional, sampai dengan pendapatan daerah dan pendapatan keluarga, kerja-kerja perempuan dalam rumah tangga selalu dihitung nol besar. Istilahnya adalah unpayment work (kerja tidak terbayarkan). Sayangnya, ketika hitungan tersebut adalah nol, ternyata juga memunculkan penihilan atas hak-hak perempuan yang mestinya menjadi kewajiban suami ataupun kewajiban negara.

Padahal, di sisi lain, dalam tulisan saya di blog ini juga, saya pernah membahas bahwa banyak hal dalam konteks sektor-sektor pendapatan yang diperoleh oleh negara ataupun pendapatan daerah, justru disumbangkan sebagian besar (secara tidak langsung) oleh kaum Ibu. Retribusi kesehatan, retribusi pasar, pajak listrik dan sektor-sektor penyumbang pendapatan daerah dalam kenyataanya banyak diisi oleh aktivitas kaum ibu. DI sebuah rumah sakit ataupun puskesmas, tentunya akan dilihat lebih banyak kaum perempuan yang berharap dapat memperoleh layanan kesehatan daripada kaum laki-laki. Listrik di rumah, tentunya akan lebih banyak dimanfaatkan oleh kaum ibu untuk menyetrika, penerangan, dan sumber energi alat-alat rumah tangga (termasuk menonton tv) yang sebagian besar pemanfaatnya adalah kaum ibu.

Kembali pada soal unpayment work tadi, tentu kita tidak asing dengan rumus penghitungan pendapatan perkapita (GDP) dengan rumusan Y=C+I+G dimana Y = Pendapatan, C= Konsumsi, I = incomedan G adalah tingkat belanja. (Lepas dari ekspor Impor). Rumusan ini sama sekali menafikan konteks unpayment work yang kalau dikitung dari jumlah kepala kaum ibu tentunya memiliki nilai yang tidak sedikit dalam konteks pendapatan. Jika rumusan bakunya memang menafikan unpayment work, maka muskil untuk bisa dihitung seberapa adilkah kita, kaum adam, dan negara, memberikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang setara.

Secara makro persoalan keadilan terhadap kaum ibu di Indonesia masih menunjukkan angka yang njomplang. Mengutip tulisan di situs seknas, Berdasarkan laporan Program Pembangunan PBB (UNDP) dalam Human Development Report tahun 2006, yang mengukur pembangunan kualitas manusia melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI), ternyata nilai IPM Indonesia 2005 adalah 69,6. Angka yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara Asean, dan berada dalam ranking sepertiga terakhir. Untuk mengukur pembangunan berdasarkan gender, dipakai Indeks Pembangunan Gender (IPG). IPG Indonesia tahun 2005 adalah 65,1, jadi IPG lebih rendah dari IPM, yang berarti masih terjadi kesenjangan gender dan menandakan bahwa kualitas hidup perempuan masih sangat tertinggal dari kualitas hidup laki-laki. Nilai IPG adalah perbedaan kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki.

Ketika pendapatan daerah (sebagaimana saya tuliskan di atas) banyak didominasi oleh pajak dari kaum ibu, ternyata prioritas pembangunan dalam hal pendidikan dan kesehatan belum secara optimal menjadi fokus perhatian pemerintah. Sudah bukan rahasia lagi bahwa soal pendidikan di negara ini jauh lebih sulit dari tahun ke tahun meskipun secara nominal (katanya) makin gratis dan makin besar alokasi anggarannya. Berapakah dari anggaran tersebut yang digunakan untuk pendidikan bagi kaum ibu? Bagaimanakah pendidikan masyarakat (khususnya kaum ibu) dilakukan oleh negara kepada kaum ibu sehingga ibu-ibu di indonesia tidak didoktrin oleh sinetron murahan, infotainment sesat, dan virus konsumerisme.

Dalam hal kesehatan. Dimana kaum ibu tentunya kaum yang paling menjadi sasaran utama sektor ini. Tetapi sangat disayangkan bahwa kita melihat angka gisi buruk yang tinggi, wabah yang lambat penanganannya, masih banyak daerah yang belum terjangkau akses kesehatan, tingginya kematian ibu hamil, ibu melahirkan dan bayi, rendahnya ”gaji”kader posyandu, jumantik dan relawan kesehatan (yang juga didominasi kaum ibu) dan juga layanan kesehatan yang tidak berpihak kepada kaum miskin tentunya menjadi catatan betapa masih belum sejahteranya kaum ibu di Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa pemerintah juga punya kepedulian untuk itu seperti dalam pengadaan askeskin ataupun jamkesmas, tetapi toh menjadi peserta askeskin dan jamkesmas seringkali lebih mirip menjadi pengemis di Rumah Sakit daripada menjadi pasien yang dihargai.

Boleh di kata di era reformasi ini peran perempuan memang tidak lagi terbatas dalam soal rumah tangga. Banyak hal yang tadinya tabu untuk dirambah kaum perempuan, sekarang menjadi ranah yang umum untuk dikompetisikan pada siapapun. Tetapi keadilan pembangunan tidak mungkin hanya dilihat dari ada dan tidaknya perempuan di suatu sektor (negara maupun kemasyarkatan), tetapi dari bagaimanakah kita menghitung hak dan kewajiban secara adil bagi kaum ibu. Bukan karena kaum ibu yang menuntut, tetapi dari keberpihakan kita yang sudah semestinya melakukan itu.

Selamat hari kartini. Mari tetap berjuang agar tercipta kesetaraan gender dalam arti yang sebenar-benarnya! M(*)

Kamus saya Berviruskah?

Beberapa keluhan mengenai kamus-kamus yang saya buat mulai bermunculan dengan indikasi terkena virus TR/Agent.276205.A yang dideteksi dengan menggunakan Avira Antivir Personal. Benarkah memang bervirus ataukah itu hanya ulah Avira antivir yang reaksioner?

Terima kasih kepada siapapun yang memberikan apresiasi terhadap software saya ini. Sebelum saya menjawabnya, saya perlu kemukakan dahulu bahwa kamus tersebut menggunakan software freeware bernama wordopedia yang dibuat oleh  digital.hollmen.dk dengan lisensi bebas digunakan. Kemudian saya download di bagian ini. Tetapi karena situs yang bersangkutan ternyata sedang tidak menyediakan aplikasi tersebut dan merekomendasikan ke tautan yang lain di sini, ya saya ambil dari situ.

Saat itu, komputer saya menggunakan NOD32 campur Norman. Kedua antivirus ini tidak mendeteksi adanya bahaya virus ataupun spyware. Ya udah, langsung aja dilanjut pekerjaannya.

Selang beberapa waktu teman saya menginformasikan bahwa di komputer dia, kamus saya ini diindikasikan bervirus. Dan benar, setelah saya cek dia menggunakan Avira terindikasi bahwa Kamus ini bervirus TR/Agent.276205.A .

Yah, pucat deh…reaksi itu yang pertama ada. Keringat dingin mengucur, badan langsung lemah dan seolah abis sudah karya-karya ini. Tetapi saya kira bukan saatnya putus asa. Saya ganti antivirus dengan menggunakan Avira untuk memastikan bahwa saya tidak sedang menggunakan software bervirus.

Searching sana sini di situs-situs besar seperti Softpedia, Brothersoft, Freewarehome, dan beberapa situs lain lalu kemudian saya download dengan harapan tak terdeteksi sebagai terinfeksi virus.

Ternyata nasib berkata lain. Semua wordopedia saya terindikasi oleh virus oleh Avira. GIla kan? Nah. Lalu giliran saya lebih lanjut menanyakan sama avira: apakah TR/Agent.276205.A sehingga demikian kejam disebut sebagai antivirus. Ternyata dari situs avira tersebutkan bahwa TR/Agent.276205.A sebagai:

No description was found matching your research criteria.
NOTES:
This information or parts of the information contained herein describe a status, as it was in the moment this information was written and might not be accurate at all times regarding the latest developments.
For this reason, we recommend you to periodically check our website, http://www.avira.com.
AntiVir cannot be held responsible for any special, collateral or accidental damages, related in any way to the use of AntiVir Threats Inventory.
The threats descriptions are provided on an “as-is” basis and AntiVir does not offer any warranties, either implicitly or explicitly.

Lihat gambar berikut:
Naaah..kamu ketahuan.

Jadi, dari kesimpulan saya, ternyata avira hanya membaca sekilas bahwa software kamus saya bervirus, sementara antivirus lainnya adem-adem saja.  Sejauh saya menggunakan software ini, saya tidak mendapat gangguan spyware ataupun virus yang berbahaya ketika menggunakan Norton, AVG, NOD, FProt dan beberapa antivirus lokal. Hanya avira lah yang menyebutkan software saya memiliki kamus.

KESIMPULAN?

Saya berani menyimpulkan bahwa Avira telah salah menduga terhadap perilaku software saya dengan menyebutnya sebagai bervirus, tetapi avira tidak bertanggungjawab ketika disuruh menjelaskan virus apakah itu. Toh dalam kerja saya dengan komputer tidak terjadi hal-hal yang berbahaya.

Tetapi, segala keputusan tetap berada di tangan anda untuk peracaya atau tidak terhadap avira. Saya sebatas pihak yang berkarya tetapi tidak memberikan jaminan utuh terhadap resiko penggunaan software ini. Silahkan menimbang…!!

Terima kasih..

MEMBUAT INSTALASI BIOGAS (DAUR ULANG TINJA) SEDERHANA , HASIL KREATIFITAS KTT NGUDI LUHUR KEBUMEN.

Oleh: Feriawan A.N. dan Endang Subekti.

Barusan beberapa minggu lalu istri saya dapat kesempatan dolan-dolan ke desa pelosok sampai dengan Kebumen. Ada sebuah desa namanya Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen dan kemudian bertemu dengan Kelompok Tani Teladan (KTT) Ngudi Luhur.

Sebuah oleh-oleh berupa dua lembar kertas fotocopyan disertinja uraian penjelasan dari dia sangat memancing rasa ingin tau saya. Ini bukan sekedar gambaran kesahajaan desa atau kapitalisasi teknologi. Ini adalah inovasi teknologi masyarakat desa untuk berkarya dengan segenap kemampuan yang ada.

Konon, mereka telah berhasil membuat instalasi daur ulang tinja dengan menggunakan biaya sangat murah. Per instalasi yang dikerjakan di satu KK ini total biayanya (non tenaga kerja) adalah 319.000 rupiah dengan potensipenghematan kebutuhan minyak tanah sebesar 1.260.000 rupiah per tahun.

Latar Belakang

Desa Bonjoklor tidaklah berbeda kehidupannya dengan desa-desa di Indonesia pada umumnya. Kebanyakan penduduk hidup dari bertani dan beternak, baik ternak Rojokoyo (Ternak Sapi, Kambing, Domba, Kerbau) maupun ternak unggas (Ayam, Bebek, Entog). Konon dari hasil pengamatan KTT, limbah tinja sapi, tinja kebo, tinja kambing itu hanya digunakan untuk pupuk, atau mereka bilang lemi, dengan fermentasi ala kadarnya. Tidak lebih. Padahal produksi limbah tinja sapi ini bisa dibayangkan dalam sehari berapa kilogram tinja segar yang dihasilkan. Dari sanalah ide pemanfaatan limbah tinja ternak ini bermula dan dihitung biaya yang paling murah beserta tingkat keamanannya. Katakanlah ancaman jikalau instalasi ini meledak.

Salah seorang teman saya menyebutkan bahwa paling ideal, instalasi pengolah tinja ini menggunakan drum untuk tampungan tinja. Tetapi, jangankan untuk drum, untuk membuat bak tembok saja butuh biaya sekitar 3 juta. Maka berikut alternatif instalasi tinja yang mungkin dikembangkan.

Dalam fotocopyan itu, disebutkan bahwa KTT Ngudi Luhur menampung buangan tinja 2 ekor sapi dalam kantong plastik ukuran 7 meter lebar 1 meter. Plastik ini sering disebut sebagai plastik polietilen. Karakter plastik ini adalah tebal, biasa digunakan untuk kemasan makanan ataupun kacang di industri besar.

Plastik tersebut dibuat sedemikian rupa menyerupai tabung yang rapat sehingga gasnya tidak ngabar ataupun bocor. Gas inilah yang bisa dipakai untuk menggantikan bahan bakar minyak tanah untuk memasak. Dibutuhkan piranti penekan seberat 2 kg untuk menjaga agar gas bisa tersalur ke kompor dengan hitungan setara dengan bahan bakar minyak tanah 1 liter per hari. Pasokan ini bisa untuk mencukupi kebutuhan memasak keluarga kecil sejumlah 3 – 5 orang anggota keluarga.

Produksi biogas bisa dihitung:

Dalam sehari 1,5 m3 setara 1 liter minyak tanah @ Rp 3500 = Rp 3500

Dalam sebulan 45 m3 setara 30 liter minyak tanah @ Rp 3500 = Rp 105.000

Dalam setahun 540 m3 setara 360 liter minyak tanah @ Rp 3500 = Rp 1.260.000

Kebutuhan minyak tanah rata-rata per KK setara dengan produksi biogas di atas. Sehinggai keuntungan dari kebutuhan ataupun pengeluaran akan minyak tanah akan tertutupi dengan pemanfaatan biogas ini. Sehingga penghematan per tahun = 1.260.000 (diluar biaya pembuatan instalasi)

Alat dan Bahan serta gambaran pengeluaran (Rp):

1. Plastik polietilen lebar 1 m 1 rol : Rp 180.000

2. Pipa PVC ½Inci : Rp 12.000

3. Pipa PVC 3 inci: Rp15.000

4. Lem PVC, 3 tube: Rp15.000

5. Lem Ban 1 buah: Rp3000

6. Keran Gas, 1 buah: Rp25.000

7. Selang Plastik ½ inci, 10 m: Rp30.000

8. Sambungan pipa T, 1 buah: Rp2.500

9. Shock Drat pipa, 2 pasang: Rp4.000

10 Tali karet ban dalam, 3 helai: Rp5.000

11. Klem selang, 3 buah: Rp2.500

12. Kompor gas`, 1 buah: Rp25.000

TotalPengeluaran : Rp319.000

Berikut skema pembuatannya: bisa dilihat dibawah. Instalasi ini lumayan bertahan lama selama tidak terbakar, tidak dibocori oleh binatang, anak-anak ataupun akar tanaman.

KESIMPULAN

Teknologi ini sangat menolong masyarakat pedesaan yang selama ini bergantung kepada kebutuhan minyak tanah. Teknologi ini bisa digunakan untuk sumber gas lainnya seperti tinja manusia, tinja unggas ataupun sejenisnya dengan volume yang setara.

Demikian dari saya, semoga bermanfaat (*)

NB: Klik kanan dan pilih save as untuk menyimpan dan memperbesar detil gambar.

Jika ingin download makalah ini silahkan klik di sini lalu klik opsi download

TUTORIAL MEMBUAT HOTSPOT, SETTING GABUNGAN ACCESS POINT TL-WA601G DAN MODEM SPEEDY DALAM SATU SERVER di windows XP

Lihat bagan di bawah ini, ini yang diminta BOSS:

Karena kebutuhan akan internet tambah banyak, maka 32 colokan LAN di kantor udah habis dipakai oleh semua PC. Si boss gusar karena banyak tamu yang datang atau bawa laptop gak bisa konek internet. Sementara, kalo pas rapat pun update berita gak bisa masuk ke PC di ruang rapat kecuali ngakses PC di ruang kerja. Maka dia suruh saya untuk nambah colokan.

Dari kalkulasi kerja, ternyata nambah colokan HUB LAN yang berfungsi sebagai REPEATER atau terusan terhadap koneksi yang ada, agar colokan komputer buat LAPTOP membutuhkan biaya sekitar: Rp 430 ribu terdiri dari:

Kebutuhan:
1. KabelUTP:  60m @2000        =Rp.     100.000
2. Switch Hub 8 Port                =Rp.     205.000
3. Tang Crimping                     =Rp         35.000
4. Kabel Biasa                           = Rp           15.000
5. Colokan/Jack              2bh   = Rp    20.000
6. Klem+ paku                          =Rp    5.000
7. Switch Pwr 2 bh                      = Rp        50.000
TOTAL                                = Rp        430.000

Kebutuhan koneksi internet untuk laptop default (rata-rata) dihitung kemungkinan koneksi laptop yang  dimiliki personal di ruang rapat rapat kemungkinan 5 unit.  Maka HUB yang dibeli menggunakan kisaran 8 port.

Untuk panjang kabel, dibutuhkan 5 kabel pendek ( HUB tambahan – LAPTOP) dan 1 kabel panjang (HUB utama ke HUB tambahan). Kabel pendek 5 meter-an dan kabel panjang 25 meter sehingga total kebutuhan kabel = 50 meter. Cadangan 10 meter.

Rincian pengerjaan:
1.    Pemasangan instalasi kabel = minimal 6 kabel
2.    Penambahan Colokan RJ 45 (2 per kabel )=12 pemasangan
3.    Pemasangan HUB
4.    Pengujian per kabel dengan LAN terster
5.    Pemasangan klem kabel ke tembok
6.    Penambahan kabel power untuk HUB
7.    Pengaturan dan pengujian instalasi

Kelebihan:
Kemanan koneksi terjamin, biaya murahan dikit

Kekurangan:
Kabel pating tlaler, pengerjaan lama dan rumit dan relatif melelahkan, Tidak praktis, pengguna relatif tidak portabel, Laptop tidak bisa kemana-mana.Terus, kalo pindah kantor, waduh…banyak ongkos…!!!

Lalu saya dan seorang teman melakukan hitungan jika menggunakan akses point untuk membuat bolongan panas (Hot Spot) sebagai alternatif koneksi jaringan di ruang rapat. Ternyata hitungannya gak jauh-jauh amat.
Kebutuhan:
Kebutuhan:
1.Wireless Acces Point 54m    = Rp    435/000
4. Kabel Biasa                         = Rp     15.000
5. Colokan/Jack    2bh             = Rp     20.000
6. Klem+ paku                           =Rp     5.000
7. Switch Pwr 2 bh                    = Rp    50.000
TOTAL                             = Rp           525.000

Rincian pengerjaan:
1.    Pemasangan Access point
2.    Pemasangan klem kabel ke tembok
3.    Setting Acces Point
4.    Pengaturan dan pengujian instalasi

Kelebihan:
Praktis karena nirkabel, hemat ruang, rapi, pengaturan/koneksi dari laptop mudah, pengerjaan tidak melelahkan.

Kekurangan:
Kemanan koneksi relatif (bisa bocor/disadap jika tidak dipassword, kecuali bila dimatikan saat tidak digunakan/tidak dipakai), biaya agak mahal, hanya PC/laptop berwireless lan yang bisa konek.

Hehe…tetapi kemudian ada pertanyaan:

BISA TIDAK SAYA MELAKUKAN SETTING AKSES POINT SENDIRI?

Bahkan bentuknya kayak apa pun saya belum tau…..ah…..

Tetapi semua hal tentunya bisa dipelajari.Maka,  nekat aja lah….Ternyata tidak mudah juga. Butuh waktu seharian untuk mempelajari fitur akses point ini, beserta penyambungan-penyambungan koneksi sampai dengan prosedur keamanan jaringan.

Saya memilih membeli Akses point bermerk TP-Link WA601G yang murah dan laris di pasaran. Di manual user yang terdapat di dalamnya nggak berisi banyak hal, sementara CD kecil yang disertakan juga gak ada software yang disertakan. Dari sinilah kami , saya dan seorang rekan kerja, bereksperimen. Berikut hasilnya, semoga bisa menjadi pelajaran dan petunjuk berharga untuk anda. Sengaja saya masukkan ke situs Scribd.com agar anda bisa mendownloadnya dan menyimpannya untuk digunakan setiap saat:

klik di gambar ataupun di sini untuk langsung melihat tutorialnya

Jangan lupa komentar dan doanya jika anda memperoleh manfaat dari artikel ini.