Kecelakaan, Polisi, dan Jawaban Keadilan

Alhamdulillah, Innalillah. Tadi pagi dapat kecelakaan dengan seseorang (bapak usia 50 tahun-an) mengendari Kawasaki Blitz no pol AB 5530 CI di daerah pertigaan Lapangan Mandala Krida sebelah Barat. Adalah pertigaan, kami sama sama dari arah selatan menuju pertigaan ke arah Barat dan Utara. Bapak itu ada di depan saya, dan dari arah Bapak itu lagi di kiri agak ke tengah pertigaan dengan posisi diam dan kemudian ragu-ragu menuju ke arah utara. Saat posisi saya ada di kanan sejajar dengan dia, tetapi dia mendadak belok ke Kanan, ke arah utara sehingga motor saya mengenai Body samping motor dia. Motor dia tidak apa-apa karena posisinya ada di depan saya, sementara saya yang berusaha membanting motor shogun saya, harus mencium aspal sehingga ujung depan bodi motor saya pecah.

Saya merasa benar, karena posisi saya ada di kanan dia dan dia tidak menggunakan lampu sen. Dia merasa benar, karena dia yang ditabrak dan dia merasa sudah menggunakan lampu sen.  Saya minta ganti rugi dia tidak mau. Saya minta keadilan dengan mengusulkan supaya kita sama-sama ke polisi agar bisa dirembug. Dia makin tak mau. Alasannya dia merasa ditekan dengan saya usul ke polisi.  Setelah bersitegang sebentar, dia meninggalkan saya dengan alasan tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.

Maka saya kemudian ke kantor polisi depan gramedia. Ketemu dengan seorang polisi yang kemudian memberikan prosedur pelaporan. Intinya begini: kalau memang laporan saya mau ditindak lanjuti, maka motor saya mesti ditahan di kantor sebagai barang bukti. Baru kemudian polisi membuat laporan pengaduan yang intinya ada pihak yang melarikan diri dari tanggungjawab. Setelah itu baru dilakukan pemanggilan selaku saksi, selama 2 kali dan jika tidak digubris, maka polisi baru melakukan penjemputan.

Saya melihat lokasi penyimpanan barang bukti, ternyata motor saya nanti nasibnya akan dihujan-hujankan di luar (mana sekarang musim hujan) meskipun dikrangkeng dan niscaya aman. Tetapi prosesnya, kata polisi, tidak bisa saat itu juga dan bisa lama (dia tidak bilang berapa lama)

Demikian, jelas saya pusing. Saya tidak bisa menawar, katakanlah menunjukkan , karena katanya itu bagian dari peraturan. Akhirnya dengan nada putus asa saya tidak melanjutkan gugatan, tetapi meminta dia mencari barangkali petugas mau membantu saya untuk mencarikan ybs supaya urusannya dengan saya selesai. Selebihnya itu, ya sudah, biarlah ini menjadi hari apes saya.

Ada pendapat?

4 thoughts on “Kecelakaan, Polisi, dan Jawaban Keadilan”

  1. innalillaah……
    mas feri ga knapa-knapa kan….?
    kluarga di rumah tahu ga mass??
    prosedur kepolisian kita memang seperti itu(dari pengalaman 2X tabrak lari====>saya sebagai korban) sepertinya pengaduan masyarakat biasa tanpa diback up uang(kalo ada) atau sodara pa teman dekat kita di dalam tubuh kepolisian, akan sangat lama diproses dengan alasan prosedur, bahkan sering pengaduan terlupakan dan tidak di tindaklanjuti(pengalaman sendiri)

    semoga tabah mas, sabar, hanya itu yang bisa saya lakukan waktu dulu, yang penting nyawa masih dibadan, masih bisa berjihad dalam hidup mas,(nafkahi anak istri…)

    istighfar mas…(mungkin ALLAH SWT. sedang mengingatkan hamba terpilihNya)

    bersyukur masss (karena kita yang diberi cobaan adalah orang-orang terpilih)

  2. assalamu’alaikum Mas…. Alhamdulillah hanya motor yang cium aspal. kalau Mas Fer yang cium aspal trus barut gak karu2an, kasihan Heaven. bisa lari ketakutan dia. btw novelnya kok gak dirampungke Mas? nanti keburu tak salip lho. h3… (padahal nulis aja belum…).

  3. Lapor aja ke “Om Usman” mas, eh Ombudsman. Kan ada iklannya tuh di radio-radio, kalo ada pelayanan publik yang tak nyaman laporin aja ke si Om itu. Tapi..apa ntar gak tambah lama ya urusannya..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s