Telur Columbus

Pas aku masih kecil dulu, 8-9 tahun, pernah dihadiahi sebuah buku saku kecil oleh Bapak. Sebenarnya sebuah buku agenda. Tetapi di sela-sela halamannya ada sebuah cerita-cerita penuh hikmah yang saya rasakan masuk bener ke hati. Salah satunya berjudul Telur Columbus. Saya ceritakan dengan bahasa saya ya..:

Kisahnya, sehabis menemukan benua Amerika, Columbus yang semula hanya pelaut biasa sontak tersohor di seluruh penjuru Inggris. Orang biasa itu kemudian diundang sama Raja Inggris dan diberi gelar kebangsawanan. Dengan gelarnya itu maka dia dapet previllage, hak-hak istimewa di lingkungan kerajaan. Tentu saja, ada orang biasa ketiban pulung, nggak usah nunggu lama banyak dari kalangan bangsawan ngiri.

Suatu malam, diadakanlah jamuan makan di meja kerajaan. Sebuah meja besar dengan kursi-kursi ditata sedemikian rupa, lilin menyala di tengah dan musik eazy listening dimainkan, meja yang sarat aneka hidangan yang disajikan koki-koki istimewa kerajaan mulai dari hidangan pokok: daging sapi, ayam, telur, ikan laut dan semua bumbu-bumbunya, buah-buahan, minuman dan kelengkapan lain. Pada undangan bukan orang sembarangan, harus dari kalangan khusus bangsawan.

Sebelum sang tuan rumah datang, mulailah undangan satu per satu muncul. Diantara mereka, adalah Columbus yang dapat kursi wahid, yakni yang deket sama tuan rumah. Lumayan banyak juga tamu yang sudah datang.

Columbus tenang, meskipun di situ dia nampak terasing. Beberapa mata menatap sinis dan sesekali ada bisik-bisik licik, kemudian tawa sombong dan krenyitan dahi, menguncup dan memicingnya alis mata. Sungguh bukan pemandangan sebuah keakraban.

Columbus masih diam. Tenang. Tetapi pemandangan makin makan ati. Seolah dari model baju, gaya rambut dan semua yang menempel di tubuhnya dicoba ditelanjangi oleh orang-orang di situ. Tetapi Columbus nampaknya tak bergeming.

Eeh..tau adem-adem aja, bukannya Columbus yang panas malah forumnya makin panas. Maka, seseorang ngangkat bicara:

“Apa sih hebatnya nemuin benua? Cuma naik prau dan nemuin pulau gede doang. Emang diantara kita gak ada yang nemuin pulau, apa?”

“Iya tuh, belagu banget. Anak kecil aja juga bisa gitu doang.”

“Pantes gak sih orang gitu dapat penghargaan tinggi? Yang milih pasti diguna-guna apa digimanain getooo…!”

“Suatu saat, Raja pasti nyesel milih orang ginian.”

Wah, giliran yang beginian Columbus merah juga telinganya.
Tapi dipaksa-paksain juga dia untun bisan ngomong dengan tenang. Suasana masih agak gaduh..”

“Ehm,”Columbus mendehem. Forum diem.

“Saya tahu banyak diantara anda yang kecewa ataupun menyayangkan dipilihnya saya sebagai peraih penghargaan tertinggi kerajaan. Saya bukan orang kaya dan bukan orang biasa. Tapi, kalau Anda mau, Anda boleh kok mendapat gelar yang diberikan ke saya dan saya copot gelar itu dari nama saya.”

Seseorang menggebrak meja:”Heh, Columbus. Jangan asal ngomong, ya. Siapapun di sini nyesel liat loe pake gelar segede itu. Bahkan kalo perlu kami beli asal lo gak pake tuh gelar. Dan sekarang, kalo emang lo berani, ayoh nyatakan kalo loe udah nyopot gelar itu”

“Lhooo…..siapa takut. Boleh kok. Tapi, asal diantara anda ada yang mau menerima tantangan saya,”katanya.

“APaan tuh!!”

Colombus ngambil sebutir telor dari atas meja.

“Nih!!!”

Para undangan masih belum paham apa yang dimaksud Columbus. wajah mereka masih bertanya-tanya.

“Kalau dari anda-anda ada yang bisa menegakkan telor ini sampe tegak lurus. Udah deh…ambil tuh gelar, dan kursi saya ini silahkan jadi milik anda!”

Nah, giliran para undangan bersemangat. Tapi, sampai satu jam acara menegakkan telor itu, nggak ada satu pun yang bisa menegakkan telor di atas meja.

“Udah?”tantang Columbus.”Gak ada yang bisa ya..?”

“Heh. Columbus. Ini jangan-jangan kerjaan lu ngasih hal yang memang mustahil, Sekarang loe sendiri tegakkin tuh telor biar kami tahu kamu gak akal-akalan”

Columbus tersenyum.

“Oke!!”

Columbus memegang telor itu di atas meja dengan posisi tegak lurus sambil dipegangi. Dengan tangan yang satunya, telur itu diberi tekanan sedikit sehingga terdengar suara:”Krak”. Pecah or remuk dikit ujung bawahnya. Tapi telornya jadi bisa berdiri tegak lurus.

“Ah….kalo cuma gitu aja, gue juga bisa.” kata orang-orang.

Colombus bilang,”Ya samaaaaa….giliran udah ditemuin lu baru bilang gitu. Pas Amerika udah gue temuin lu juga bilang gitu. Heh sini gua kasih tau: apa-apa itu kalo sudah ditemuin orang, apapun lah, semuanya jadi tampak mudah. Yang salah adalah kepala-kepala loe yang ngiri itu lho. Kenapa dulu sebelum aku temukan kalian gak nemuin duluan? Kenapa sebelum aku tegakkin telur ini kalian gak pada bisa? Salahnya adalah: kalian nggak ngelakuin apa-apa, dan menutup cerita ketika orang lain bisa melakukannya dengan sebuah kata basi: ‘ahh..kalo cuma gitu aku juga bisa’. ”

Selesai

One thought on “Telur Columbus”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s