Dia

muslimah kenthirrr
—————————

Dia…

telah kehilangan jati dirinya sebagai muslimah

setelah sebelumnya berada di bawah kibaran bendera dakwah

memekikkan slogan anti kebodohan

berbusana santun, berjilbab besar

ternyata dia rapuh…..

betapa mudahnya jerat setan berkedok asmara menipunya

merengut hati, jiwa dan raganya tanpa merasa kehilangan

menjadi bejat, laknat dan maksiat

kemanakah nilai yang selama ini ditanamnya?

kemanakah moral yang dipupuknya di pesantren itu?

kemanakah etika tentang haramnya persentuhan lawan jenis itu?

Allah, mengapa dia gila!

Sekarang?

tubuhnya tercium wangi maksiat

bibirnya sudah bergores lilin merah merona

pipinya terselaput bubuk kuning dan rona-rona

bulu matanya disapu kuas dan cairan penebal

busananya semakin tidak karuan, seolah memanggil:

“look at me now”

Apakah dia pikir mempercantik fisik dapat mengobati busuk-busuk di tubuhnya yang sudah seperti sampah, sampai-sampai anjing pun malas mengendusnya!

Hanya mata yang buta yang bisa tertipu

ketika doa-doanya takkan pernah sampai ke langit

tanyalah, kenapa langit begitu pongah

Matilah kau dalam kehinaan!!

Takkan ada yang menyelamatkanmu, hanya kamu sendiri yang menentukan

Betapa aku jijik melihatmu:

mengapa kau begitu menikmati setiap jilatan api neraka di tubuhmu/

Then I said: f**k you

Jogja,17 Okt 2008

11 thoughts on “Dia”

  1. Apa perempuan seperti itu tidak berhak untuk mendapat bantuan uluran tangan agar bisa keluar dari ‘jurang’ tsb???
    Haruskah ia mati dLm keadaan sprt itu tanpa ada satupun yang mencoba menolongnya???
    Adilkah???

  2. To Dhiey: Kalau berhak ya berhak, tapi soal menolong..wuih..bagaimana bisa orang “menolong” ketika yang ditolong tidak merasa butuh pertolongan dan malah “menikmati” kondisinya tersebut? Adilkah? Hmm..mbak, jangan gunakan emosi untuk memutuskan masalah. Bagaimana saya bisa kasihan kepada mereka yang berpaling? Padahal Allah saja tidak mengasihani mereka?

  3. seorang sahabat akhwat berjilbab pernah bercerita kepada saya. dan dia punya kasus seperti yg ada di puisi itu. dari dalam lubuk hatinya, dia ingin ditolong… dan saya hanya bisa bilang, kalau cuma dia yg bisa membantu dirinya sendiri dengan bantuan Allah tentunya, karna kalau ada kemauan kuat dari dalam dirinya, pasti semua masalah bisa teratasi…

    Respon: Pada suatu saat, yang paling menyakitkan adalah ketika dia memanfaatkan kelemahan orang-orang yang pengasih dan berhati bersih. Menghiba-iba dan selalu berjanji bertaubat. Sialnya, justru dengan cara begitu dia mencabik-cabik mereka mereka yang berhati baik, menjerembabkannya kedalam penyesalan seumur hidup. Dan kemudian dia melenggang seolah angin yang berlalu begitu saja, tanpa bekas. Untuk mereka yang sesama jenis, mungkin tak terlalu bermasalah. Tetapi untuk Anda yang berlainan jenis, Hati-hati…syahwat adalah incarannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s