Tee Gee, Esas, Semsang, Ej Pi, dan Sun

Aneh thoo, judulnya?

Suatu ketika saya pernah rasanan sama temen, “TG-ku (Tee gee) dah mulai rusak. Aku pengen ganti yang ada radionya. Berapa ya, kira-kira?

“Tee Gee? Apa itu, Tee Gee?,” wajahnya sangat bingung.

“Masak nggak tau?”

“Lah, dengar juga baru ini.”

“Telpon Genggam”

“Oohhhh, Ha Pe?”

“Bukan, Ej Pi. Inggrisnya kan Hand Phone. Singkatannya ya dibaca Ej Pii. Nah kalo telpon genggam kan disingkat (TG)Tee Gee.”

“Asssh…..ra umum,”bantahnya.

“Loh, ini bukan masalah umum ra umum. Ini masalah bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Masalah nasionalisme, lho. Cinta tanah air. Bahasa itu menunjukkan budaya, peradaban dan kekuatan suatu bangsa.Kritis dikit dong!”

“Lha kan udah jadi istilah umum kalau namanya Ha Pe”

…….(blank)…..

Suatu ketika lagi, saya nawar-nawar MoBo(Mother Board) di salah satu pameran komputer.

“Yang murah apa mbak?”

“Ya ada En Plus, E Ce Es sama Asrock.”

“Kalau yang Esas Berapa?”

“Apa itu Esas?Nggak ada merknya di sini.”

“Lhoh, masak nggak ada merk seterkenal itu?”

“Nggak ada. Baru denger, Mas?”

Saya menunjuk ke deretan Mobo yang ada di situ.

“Lha ini apa?”

“Oohh, itu Asus, Mas..”

“Lah, itu kan Bahasa Inggris, Mbak”

“Tapi ini Asus”

“Mbacanya kan Esas, bukan Asus.”

“Mas. Mas boleh keliling di semua stan. Yakin deh, pasti nggak ada yang mudheng merek Esas”

Wooo (batinku)…dasar Asus. Cocoknya pakai Harddisk Xyric. Dijamin njegog.

“Kalau monitor yang Semsang ada nggak?”

“Hmm..Samsung, Mas”

“Iklannya aja ngomongnya Semsang”

Tapi tampaknya kali ini dia gak mau kalah:”Ini aslinya buatan Korea, Mas. Bukan Amrik atau Inggris.”

“Lha kalau Korea, malah mbacanya Shomu-Shoungg.”

Sekarang wajahnya yang jengkel campur marah.

……(blank)……

Suatu ketika lagi saya belanja di pasar tradisional dan memberi beberapa kebutuhan istri dan anak. Seorang Mbak, lagi-lagi melayani saya.

“Nah, semua sudah, Mas.”

“Oh ya. Mbak, mintak sun dong”

Wajah dia agak merah padam.

“Masnya itu kok saru tho…”

Saya bingung.

“Lah, kenapa?”

“Masak pake minta di-sun segala”

Wajah saya datar. Kok bisa gini sih?

“Mbak. SUN bubur bayi.”

“Oohh. Yang lengkap dong, nyebutnya, Mas.”

Giliran saya jengkel

“Oke mbak, coba yang tadi mari kita teliti lagi: Kalpanax obat panu, Paramek obat mumet, Klir obat kramas, Reksona obat Kelek, Baigon obat nyamuk, Kiranti obat mens, Aspartam obat gula dan Sun bubur bayi. Ya kalo ada lagi beli Entrostop obat mencret sama Laxing obat e-ek”

….(blank)….

Ketika hal-hal di atas saya omongkan sama teman. Komentar saya di luar dugaan:

“Kamu itu kok aneh-aneh saja.”

Wah, dunia ini kalau dituruti maunya tentu kita akan menjadi manusia yang tidak konsisten. Tetapi kalau kita menjadi manusia konsisten, dunia akan menyebut kita aneh. Ya asal nggak rumongso bener aja Solusinya: Enjoy aja. (*)

One thought on “Tee Gee, Esas, Semsang, Ej Pi, dan Sun”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s