Cerita Dari Panti Asuhan

Suatu saat (sepuluh tahun lalu kurang lebih) saya diajak oleh teman-teman dari fakultas SKI Farmasi UGM untuk mengisi sebuah pengajian di Panti Asuhan. Ceritanya, sebagai bagian dari kegemaran saya mendongeng di hadapan anak-anak, saya disuruh mendongeng di panti asuhan.

Panti asuhan adalah sesuatu hal yang baru bagi saya. Seumur-umur, baru kali itu saya punya momentum untuk ke panti asuhan. Bayangan saya tentulah banyak anak yang perlu dikasihani dan disayangi karena penderitaan mereka.

Di luar dugaan, presentasi saya ke hadapan anak-anak itu gagal total. Keringat dingin bercucuran karena dari awal sampai akhir mendongeng bukannya dapat tawa, keriangan, antusiasme dan perhatian seperti ketika saya mendongeng di desa atau di TPA. Dingiiiin banget. Padahal segala kelucuan, segala strategi dan segala joke dah saya keluarkan sampai abiss. Gariing banget.

Saya pikir, apanya sih yang salah: mereka bukannya memperhatikan cerita saya, tetapi yang diperhatikan adalah ke mana arah tangan saya, gerak-gerik saya dan seolah saya ditelanjangi oleh perhatian itu.

Cerita berakhir tanpa ending yang memuaskan. saya habiskan waktu dengan dialog dengan mereka dan sama garingnya. Akan tetapi ada hal yang mengejutkan. Suatu saat saya membetulkan kancing salah seorang anak yang ada di situ. Nggak tau kenapa anak itu bener-bener senang bukan main. Kemudian, salah seorang lainnya menggelendot di punggung saya. Dan segera saja saya gendong dia. Apa yang terjadi kemudian? Beberapa anak lainnya mengerubuti saya dan ada lima-enam orang anak meloncat ke gendongan saya dari depan dan belakang. Mereka berteriak-teriak:

“Ayah, gendong….Ayah gendong..ayah gendong….”

SUbhanallah, sungguh sebuah reaksi yang diluar dugaan. Tidak terlukiskan betapa carut marutnya perasaan saya saat itu. Bayangkan! Saya dipanggil Ayah! Sejak saat itu yang saya rasakan ada perubahan luar biasa dalam diri saya. Energi yang tidak biasanya bahwa saya digedor layaknya seorang bapak yang mempunyai anak sekalipun saat itu saya belum mikir masalah nikah.

Anak-anak itu merubah pandangan saya 180 derajat. Sungguh, bukan mereka yang layak dikasihani karena sesungguhnya sayalah yang harus dikasihani. Saya selama ini terlalu bodoh untuk memahami nash-nash Allah tentang rasa kasih sayang dan perhatian kepada anak yatim sebagai bagian dari kerja sosial. Ternyata semua itu salah besar!!!! Berdekatan dan bersentuhan dengan anak yatim adalah bagian dari kebutuhan hidup yang apabila tidak dipenuhi maka tidak akan hadir kesempurnaan hakiki ruhani kita. Lewat senyum, sapa dan tangis mereka untuk minta digendong seolah saya ditunjukkan bahwa selama ini ada banyak hal yang salah dalam diri saya. Pandangan, klaim, logika dan semua tentang banyak hal. Mereka ada bukan untuk dikasihani. Mereka ada, justru ingin menjadikan kita bahagia.

Subhanallah, sungguh Allah adalah Dzat yang senantiasa bersama mereka. Tidak terlukiskan perasaan saya saat itu. Yang pasti saat itu saya bahagia dan seolah ditampakkan kebesaran Allah. Mereka kemudian saling menunjukkan karya, kepandaian dan omongan yang menyenangkan.

Selesai dengan anak-anak balita, saya ditunjukkan oleh pengelola kepada beberapa bayi yang menurut mereka hasil buangan orang tidak jelas, mungkin karena hubungan gelap, kemiskinan dan ada pula semacam dari TKI yang diperkosa oleh majikannya. Wajah-wajah putih yang menawan!

Iseng, saya menggendong satu dari sekian bayi karena gemesnya dengan wajahnya yang polos. Saya timang-timang dan saya doakan. Dan ketika saya lepaskan hati-hati ke tempat tidurnya,eeeh…dia ternyata menangis dan minta di gendong lagi. Subhanallah……

Sebuah kesimpulan pada hari itu saya dapatkan: mengunjungi anak yatim itu bukan untuk mereka-tetapi untuk kita sendiri. Bukan pula sekedar kewajiban, tetapi kebutuhan. Bukan kebahagiaan mereka, tetapi kebahagiaan kita. (*)

2 thoughts on “Cerita Dari Panti Asuhan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s